20 Desember 2013
10 Januari 2012
TRIK PENIPUAN INVESTASI JANGAN KENA
INDONESIA PLASA
Bagaimana Penipuan Berkedok Investasi Terjadi
Selayaknya investasi, semakin tinggi keuntungan, semakin tinggi risikonya.
Bisnis investasi online semakin marak, baik berbentuk kerja sama bisnis, emas berjangka, maupun valuta asing. Selain menjanjikan keuntungan yang besar, bisnis ini juga dianggap praktis karena dilakukan secara real time di internet.
Namun, apakah investasi online ini termasuk aman, mengingat beberapa waktu lalu pedangdut Annisa Bahar mengaku tertipu bisnis ini hingga Rp1,5 miliar.
Annisa semula tergiur karena investasi ini menjanjikan keuntungan 300 persen. Selain itu, keuntungan akan diberikan setiap hari. Annisa mulai bergabung pada awal November lalu.
Bagaimana sebenarnya bisa terjadi penipuan berkedok investasi online? Trader dan analis investasi emas Mulyadi Tjung membagi informasi mengenai hal ini.
Menurut dia, pada kasus penipuan yang menimpa Annisa Bahar terdapat pernyataan bahwa investasi itu akan dijanjikan keuntungan sebesar 300 persen. "Seperti layaknya investasi, high return berarti high risk," kata Mulyadi ketika berbincang dengan VIVAnews.com, Selasa, 20 Desember 2011.
Kemudian, Mulyadi melanjutkan, trading emas yang dilakukan oleh Annisa Bahar itu termasuk investasi yang tidak masuk akal. Hal ini terjadi karena seperti yang pernah dilihatnya di beberapa iklan yang mengklaim sebagai online trading, menjanjikan return sebesar dua persen dalam waktu sehari.
"Secara peraturan, return tidak boleh dijanjikan. Sama seperti saham, bisa rugi dan bisa untung. Tidak pasti," ungkapnya.
Mulyadi juga mengaku aktif di salah satu perusahaan berjangka yang menawarkan trading emas secara online. Namun, dia menegaskan bahwa dalam peraturannya tidak boleh menjanjikan keuntungan.
Dia menyarankan kepada calon-calon investor untuk mengikuti pelatihan-pelatihan trading agar dapat memahami secara lengkap, sehingga dapat meminimalkan risiko, termasuk risiko penipuan. "Itu untuk semua jenis investasi baik yang online maupun tidak," kata dia.
Tips Investasi Online
Sementara itu, untuk menghindari berbagai risiko dalam investasi termasuk investasi online, Mulyadi memberikan tips bagi para calon investor maupun investor yang sudah ada.
Pertama, pastikan mengerti risiko dan keuntungan dari investasi tersebut. Kedua, pastikan perusahaan tersebut memang legal secara badan hukum Indonesia. Ketiga, sebelum menandatangani apa pun, pastikan dibaca seluruh klausa yang ada.
Kemudian, keempat, seperti semua investasi lainnya, pastikan investor maupun calon investor mengerti cara kerja investasi tersebut. Terakhir, ingat setiap investasi ada risikonya, semakin tinggi return yang dijanjikan, tersirat risiko yang semakin tinggi.
DI TAHUN NAGA EMAS INVESTASI EMAS TIDAK LAGI BERKILAU
INDONESIA PLASA
Tahun Naga Emas, Investasi Emas Tak Berkilau
Periode harga emas masuk dalam masa kritis justru terjadi pada awal tahun ini.
Memasuki tahun Naga Emas, banyak pengamat optimistis perekonomian Indonesia akan semakin membaik dibandingkan negara-negara lain di dunia. Sayangnya, hal itu tak diikuti oleh pergerakan harga logam mulia, khususnya emas, yang diprediksi bakal melorot.
Analis trader dan investasi emas, Mulyadi Tjung, menuturkan pada 2012 harga emas akan turun atau mendatar karena sangat berkorelasi negatif dengan naik turunnya dolar Amerika Serikat (AS).
"Banyak analis mengatakan dolar AS akan menjadi primadona di 2012, kemungkinan penguatan dolar AS dapat menghambat kenaikan harga emas," kata Mulyadi ketika berbincang dengan VIVAnews.com di Jakarta, Kamis, 5 Januari 2012.
Mulyadi cukup yakin dengan penguatan nilai tukar dolar AS, karena melemahnya nilai euro yang secara otomatis akan menopang kenaikan mata uang Negara Paman Sam itu.
Dengan berbagai kondisi tersebut, Mulyadi berpendapat hampir seluruh faktor yang ada pada 2012 lebih banyak menghambat kenaikan harga emas.
"Tetapi faktor ketidakpastian juga banyak, misalnya ketegangan Iran dan AS. Akankah ada quantitative easing III di AS, yang bisa menyebabkan penurunan dolar AS," ungkapnya.
Mulyadi memperkirakan harga emas pada 2012 akan bergerak mendatar (sideways) dengan kisaran US$1.500-1.900 per troy ounce. "Sulit rasanya untuk mencetak rekor baru. Fluktuasi jangka pendek pasti ada," kata dia.
Namun, Mulyadi menegaskan, setiap terjadi penurunan harga emas yang cukup tinggi, momen itu bisa dianggap waktu yang tepat bagi investor untuk menambah kepemilikan emasnya.
Terkait prediksi sejumlah pengamat bahwa kondisi ekonomi Indonesia pada 2012 akan bagus, menurut Mulyadi, faktor itu tidak akan banyak berpengaruh pada harga emas di Tanah Air.
"Kecuali nanti memang rupiah mengalami penguatan yang signifikan terhadap dolar AS, bisa jadi emas secara rupiah turun nilainya," ujarnya.
Dia memperkirakan, periode harga emas berada di masa kritis adalah awal tahun ini. "Masa yang kritis sebenarnya adalah kuartal pertama ini. Jika tidak ada hasil pertemuan yang memuaskan untuk masalah utang Uni Eropa, otomatis euro melemah, dan dolar AS menguat serta emas melemah," tegasnya.
BTN SUDAH TURUNKAN SUKU BUNGA KREDIT
INDONESIA PLASA
Hari Ini, BTN Turunkan Suku Bunga Kredit
Untuk kredit di bawah Rp350 juta, suku bunga ditetapkan 9,75 persen di tahun pertama.
Rabu, 11 Januari 2012, 06:01 WIB
PT Bank Tabungan Negara Tbk menawarkan suku bunga untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen sebesar 9 persen. Suku bunga itu berlaku untuk kredit di atas Rp350 juta selama satu tahun pertama. Promo ini berlaku bagi akad kredit mulai hari ini, 11 Januari 2012.
Menurut Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, untuk kredit di bawah Rp350 juta, suku bunga ditetapkan 9,75 persen pada tahun pertama. "Kebijakan ini merupakan yang pertama dilakukan di awal 2012, menyusul kebijakan serupa pada akhir November 2011," ujar Iqbal dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Iqbal mengatakan, penurunan tingkat bunga kredit itu dilakukan dengan acuan membaiknya fundamental ekonomi Indonesia, yang ditandai dengan turunnya BI Rate. "Kami ingin kebijakan ini menjadi stimulus bagi bertumbuhnya industri perumahan di Indonesia," ujarnya.
Pembiayaan perumahan merupakan bisnis padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja karena terkait dengan 114 industri terkait. Hal ini sekaligus dapat menjadi stimulus ekonomi dengan hidupnya kembali antara penawaran dan permintaan terkait dengan masalah perumahan.
BTN berharap penurunan suku bunga ini mendapat respons positif dari dunia usaha yang terkait perumahan, dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan rumah.
BURSA AS CETAK REKOR BARU
INDONESIA PLASA
Bursa AS Cetak Rekor, IHSG Tak Responsif
Wall Street mencetak rekor kenaikan selama lima bulan terakhir pada penutupan kemarin.
Rabu, 11 Januari 2012, 10:08 WIB
Bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor kenaikan pada penutupan perdagangan kemarin. Namun, sentimen positif itu kurang direspons pemodal domestik saat mengawali transaksinya hari ini.
Tercatat, indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah di posisi 3.938,93. Posisi itu melanjutkan prapembukaan pagi tadi yang turun 8,53 poin (0,22 persen) di posisi 3.930,31 dari akhir perdagangan kemarin.
Menurut analis PT Valbury Asia Securities, Robin Setiawan, terkoreksinya IHSG saat mengawali transaksinya pagi ini terpicu aksi ambil untung (profit taking), karena indeks dua hari berturut-turut menguat.
"Jadi, hanya profit taking semata, karena kemarin sempat naik tinggi juga," kata dia kepada VIVAnews.com di Jakarta, Rabu 11 Januari 2012.
Namun, berselang satu menit transaksi, indeks berhasil berbalik arah menguat atau rebound. Menurut Robin, hal itu terpacu sentimen positif bursa global. "Terutama, indeks acuan Dow Jones," tuturnya.
Analis PT BNI Securities, Akhmad Nurcahyadi, juga berpendapat senada. Optimisme pemodal terhadap potensi berlanjutnya kinerja pertumbuhan ekonomi AS dan China serta pergerakan indeks acuan di wilayah tersebut turut mendorong IHSG bergerak positif hari ini.
"Indeks akan bergerak pada rentang 3.903-3.957, dengan potensi ditutup menguat," kata dia.
Seperti diketahui, indeks di bursa Wall Street mencetak rekor kenaikan selama lima bulan terakhir pada penutupan perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat masing-masing sebesar 69,78 poin atau 0,56 dan 11,38 poin atau 0,89 persen.
Hal yang sama juga terjadi pada indeks Nasdaq yang menguat 25,94 poin atau 0,97 persen menjadi 2.702,50.
"Investor masih fokus pada kondisi Eropa, namun perhatian mereka tak sebesar pada November 2011," kata Head of NYSE Floor Operations untuk Meridian Equity Partners di New York, seperti dikutip Reuters, Rabu, 11 Januari 2012.
YLKI : BATASAN BBM PERLU PRIORITAS
INDONESIA PLASA
Lembaga Konsumen: Batasan BBM Perlu Prioritas
April mendatang, pemerintah akan melakukan pembatasan pengunaan BBM bersubsidi.
Rabu, 11 Januari 2012, 11:10 WIB
Pemerintah berencana meluncurkan program pengalihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan bermotor.
Selain itu, pada April mendatang, pemerintah juga melakukan pembatasan pengunaan BBM bersubsidi atau Premium.
Menurut Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY), pembatasan BBM bersubsidi atau pengalihan BBM ke BBG, khususnya untuk angkutan umum harus menggunakan skala prioritas.
"Yaitu, diutamakan kepada kota-kota yang besar terlebih dahulu," kata Widiyantoro, Direktur LKY, Rabu 11 Januari 2012.
Kendati demikian, Widi menambahkan, untuk angkutan umum yang berada dipelosok sebaiknya masih dijamin pemerintah boleh menggunakan BBM bersubsidi. "Apalagi saat ini, ada rasa pobia bagi masyarakat menggunakan gas karena takut meledak," tuturnya.
Selain itu, dia melanjutkan, karena pengguna jasa angkutan umum adalah kalangan menengah bawah, sebaiknya jangan ada kenaikan tarif angkutan karena masih menggunakan BBM bersubsidi.
"Apalagi, jika nantinya menggunakan gas yang harganya lebih murah. Tentunya akan sangat merugikan pengguna jasa angkutan jika tarif dinaikkan," kata Widi.
Widi mengaku bahwa setiap ada perubahan kebijakan tentang BBM, yang pertama kali dirugikan biasanya adalah para konsumen.
Pesimistis
Sementara itu, LKY menyangsikan kemampuan pemerintah untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) hingga ke pelosok guna mensukseskan program pengalihan BBM bersubsidi ke BBG yang dianggap harganya lebih murah khususnya untuk angkutan umum.
"Kita pesimis hingga 2014 mendatang, SPBG dapat dibangun di seluruh daerah. Bahkan hingga pelosok, untuk melaksanakan program konversi BBM bersubsidi ke gas," tutur Widi.
SUMBER PENERIMAAN DARI MIGAS TERBESAR 2011
INDONESIA PLASA
Sumber Penerimaan Migas Terbesar Tahun 2011
Selama ini sumber penerimaan Migas berasal dari 4 sektor.
Rabu, 11 Januari 2012, 11:31 WIB
Total penerimaan nasional dari sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2011 lalu mencapai Rp352 triliun. Kontribusi sektor ESDM terhadap penerimaan nasional tersebut mencapai 29,4 persen.
Sumbangan terbesar berasal dari sektor minyak bumi dan gas (Migas) sebesar Rp272 triliun, sektor pertambangan umum Rp77,3 triliun, panas bumi Rp551 miliar dan penerimaan lain-lain sebesar Rp1,7 triliun.
Dari data Kementerian ESDM yang dikutip VIVAnews.com, Rabu, 11 Januari 2012, realisasi penerimaan pertambangan umum tahun 2011 lebih besar Rp20,52 triliun atau 36 persen dari target 2011 sebesar Rp56,856 triliun. Dibandingkan tahun 2010, realisasi tahun lalu meningkat sebesar Rp10,5 triliun.
Pada tahun ini, Kementerian ESDM telah menargetkan penerimaan negara dari pertambangan umum sebesar Rp108,2 triliun. Realisasi penerimaan itu berasal dari pajak pertambangan umum sebesar Rp55 triliun, lebih tinggi dibandingkan realisasi 2010 sebesar Rp48,2 triliun.
Kontribusi pemasukan lain dari sektor pertambangan umum adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp22,3 triliun yang terdiri dari pendapatan iuran tetap Rp271 miliar, pendapatan royalti Rp15 triliun, dan penjualan hasil tambang Rp7 triliun.
Untuk sektor migas, pemerintah menargetkan penerimaan negara sebesar Rp272,4 triliun. Target penerimaan itu berasal dari PPh minyak bumi dan gas alam Rp68,9 triliun, PNBP Migas Rp193 triliun, selisih harga Domestik Market Obligation (DMO) dengan fee kontraktor pada kegiatan hulu Migas sebesar Rp10,4 triliun.
Penerimaan sektor migas 2011 ini lebih tinggi dibandingkan realisasi penerimaan sektor migas 2010 sebesar Rp66,8 triliun. Sedangkan untuk penerimaan negara panas bumi pada 2011 mencapai Rp551 miliar, lebih besar dibandingkan realisasi 2010 sebesar Rp516 miliar.
SATELIT RUANG ANGKASA RUSIA DI SABOTASE
INDONESIA PLASA
Satelit Ruang Angkasa Rusia Disabotase?
Satelit Rusia mengalami malfungsi ‘yang tidak bisa dijelaskan’ saat di belahan bumi lain.
Rabu, 11 Januari 2012, 11:51 WIB
Sejumlah kegagalan terakhir Rusia dalam meluncurkan satelit ruang angkasa mereka kemungkinan merupakan akibat dari sabotase pihak asing. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Vladimir Popovkin, Kepala Russian Federal Space Agency (Roscosmos), dan tampaknya ditujukan pada Amerika Serikat.
Popovkin memang tidak menuduh negara tertentu secara spesifik yang telah merusak satelit mereka. Namun dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat Rusia mengalami malfungsi ‘yang tidak bisa dijelaskan’ saat mereka terbang di belahan bumi lain, di luar jangkauan fasilitas pelacak mereka.
Popovkin mengungkapkan tuduhan itu saat menjelaskan kegagalan satelit Phobos-Ground, proyek senilai US$170 juta (Rp1,55 triliun) yang misinya adalah menjelajahi Phobos, salah satu dari dua bulan milik Mars yang terdampar saat mengorbit Bumi setelah diluncurkan, 9 November lalu.
Teknisi di badan antariksa Rusia dan European Space Agency pun gagal mengembalikan pesawat ruang angkasa itu ke jalur seharusnya ke Mars, dan diperkirakan ia akan jatuh kembali ke Bumi pada 15 Januari mendatang.
“Teknologi modern membuat pesawat ruang angkasa menjadi rapuh terhadap pengaruh asing,” kata Popovkin, dikutip dari MSNBC, 11 Januari 2012. “Saya tidak ingin menuduh siapapun, tetapi saat ini banyak kekuatan yang mampu mengganggu pesawat ruang angkasa, dan penggunaan alat ini tidak bisa diabaikan,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Alexei Kuznetsov menolak membahas komentar Popovkin yang merupakan pertama kalinya seorang pejabat resmi pemerintah Rusia melontarkan tuduhan bahwa pihak asing telah menyabotase salah satu satelit milik negeri tersebut.
MENDAGRI DI TUDING MEMIHAK PENGUSAHA MIRAS
INDONESIA PLASA
Mendagri Dituding Memihak Pengusaha Miras
Pencabutan Perda Miras berbuntut panjang. Tapi Gamawan Fauzi membantah mencabut perda itu.
Rabu, 11 Januari 2012, 10:16 WIB
Kabar tentang pencabutan 9 Peraturan Daerah tentang pelarangan peredaran minuman keras oleh Kementerian Dalam Negeri, terus menuai kontroversi. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Indra, menuding Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyalahgunakan wewenang.
“Mendagri telah menyalahgunakan kewenangannya. Terkesan ada indikasi bahwa Mendagri membawa kepentingan kapitalis, yaitu pengusaha miras,” kata Indra, Rabu 11 Januari 2011. Menurutnya, alasan yang digunakan Kemendagri untuk mencabut Perda Miras itu sangat lemah.
“Apabila kita lihat secara seksama, Perda Miras sama sekali tidak bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. Selain itu, jika kita lihat UU No. 32/2004 dan UU No. 28/2009, tidak ada landasan hukum apapun bagi Mendagri untuk mencabut Perda-perda Miras tersebut, mengingat Perda-perda itu sebelumnya sudah dikaji dan disetujui oleh Kemendagri sendiri, serta sudah berjalan lebih dari 60 hari,” papar Indra.
Ia lantas mengingatkan, gugatan terhadap Perda Miras di Indramayu oleh pengusaha miras, bahkan sudah ditolak oleh Mahkamah Agung. Perda Larangan Minuman Beralkohol Nomor 15 Tahun 2006 di Kabupaten Indramayu, adalah salah satu Perda Miras yang dicabut atau diklarifikasi oleh Kemendagri.
“Perda Miras Indramayu sudah pernah digugat ke MA oleh pengusaha Miras. Namun gugatan tersebut ditolak oleh MA,” kata Indra. Ia mengingatkan, Perda Miras lahir dari aspirasi masyarakat yang tidak ingin miras dijual secara bebas.
Mendagri Bantah
Berita soal Perda Miras ini memang agak simpang siur. Sepertinya Kementerian Dalam Negeri sudah mencabut perda-perda itu. Padahal yang terjadi, kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek, adalah kementerian dalam negeri mengevaluasi ratusan perda yang selama ini disinyalir bertentangan dengan Undang-udang atau atau peraturan yang lebih tinggi.
"Dari 351 Perda itu muncul 9 Perda minuman beralkohol yang kami klarifikasi," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek di Jakarta beberapa waktu lalu. Nah, Perda Miras itu masuk dalam kategori yang harus diklarifikasi.
Mendagri Gamawan Fauzi juga menegaskan, ia tidak pernah membatalkan Perda Miras. “Saya tidak pernah membatalkan satu pun Perda. Itu bukan kewenangan Mendagri. Yang mempunyai wewenang membatalkan Perda itu Presiden menurut Undang-undang," ujarnya di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2012.
Kemendagri, kata dia, hanya berwenang mengevaluasi dan memverifikasi perda, agar perda tersebut merujuk pada UU yang lebih tinggi. “Kami memberikan masukan kepada daerah yang membuat perda itu, supaya merujuk kepada Undang-undang yang lebih tinggi, dan jangan melanggar Undang-undang yang lebih tinggi,” kata Gamawan.
BANYAK TAWARAN MOBIL NASIONAL ES EM KA
INDONESIA PLASA
Demam Mobil Nasional Setelah Esemka
Ada lima mobil produk lokal yang sudah dibuat. Tinggal menunggu dukungan kongkret.
Selasa, 10 Januari 2012, 21:14 WIB
Tak hanya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo yang sudah memamerkan karya mereka, mobil Kiat Esemka. PT Industri Kereta Api (INKA) juga unjuk gigi dengan mobil murahnya. Bedanya, mobil karya INKA khusus untuk petani.
Dengan fungsi untuk mengangkut hasil pertanian, mobil ini dibanderol cukup murah. "Harganya Rp55 juta, nanti belum diputuskan subsidinya," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2012.
Menurut Menperin, mobil itu hanya untuk petani di pedesaan dan diharapkan tidak masuk ke kota besar, seperti Jakarta. Pemerintah daerah yang sudah berminat di antaranya Sulawesi Selatan. Mereka telah menyatakan kesiapannya membeli mobil murah buatan INKA itu.
Namun, untuk mendapatkan mobil khusus petani itu, pemerintah masih menimbang perlu tidaknya diberikan subsidi. Hidayat masih akan membicarakannya dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. "Belum diputuskan. Prinsipnya pemerintah akan membantu proses produksinya agar bisa berjalan efektif," ujar dia.
Mesin mobil khusus petani itu berkapasitas 700 cc. Untuk itu, pemerintah masih akan menguji kemampuan daya angkutnya. "Nanti kami lihat, karena sedang dilakukan survei dan riset," tuturnya.
Siap produksi massal
Mobil produksi INKA dan siswa SMK itu merupakan beberapa contoh karya anak bangsa yang kini semakin mendapat dukungan publik dan pemerintah. Dukungan pemerintah itu di antaranya bakal diwujudkan dengan kesiapan untuk diproduksi massal.
Menteri Perindustrian, MS Hidayat, mengatakan, mobil produksi siswa SMK di Solo, Kiat Esemka, itu pun telah memiliki Nomor Induk Kendaraan (NIK) yang diberikan pada 2010. NIK itu nantinya akan dibawa ke Kementerian Perhubungan agar mendapatkan sertifikat uji kelaikan jalan.
"Kiat Esemka selama setahun ini sudah melakukan penyempurnaan. Sebentar lagi, saya rasa izin bakal keluar," kata MS Hidayat.
Dalam pandangan Hidayat, jika hasil uji kelaikan mobil berkapasitas mesin 1.500 cc itu dinyatakan lulus tes, Kiat Esemka bisa mulai masuk tahap skala industri. Pada tahap ini, pemerintah menyarankan agar produsen mobil seharga Rp95 juta itu bekerja sama dengan pelaku di industri otomotif.
Selain NIK, Kemenperin juga telah membantu proses produksi mobil Kiat Esemka dari sisi teknopart maupun proses perakitannya. Namun, untuk mencarikan investor, Hidayat masih belum membicarakan dengan pihak Esemka. Sebab, selama ini pihaknya baru membantu pada tahap perakitan.
"Saya sarankan bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," tuturnya.
Namun, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menyatakan harga murah bukan jaminan dari kesuksesan suatu produk. Suatu produk dikatakan berhasil jika mendapat respons positif dari pasar.
"Belum tentu murah itu laku. Kalau misalnya murah tapi tidak aman atau murah tapi gampang rusak?" tanya Dahlan di kantor Menko Perekonomian.
Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara itu pun mencontohkan bahwa sebelumnya ada produk motor dari China. Harga motor itu jauh lebih murah dibanding buatan Jepang. Meski lebih murah, ternyata motor China masih kalah tenar.
"Jadi, masyarakat ikut menentukan. Jika nanti ada mobil nasional, masyarakat juga harus beli. Jangan tidak beli dengan berbagai alasan," tuturnya.
Bakal dipamerkan
Langkah pemerintah untuk menggalakkan produksi mobil nasional sepertinya tidak setengah hati. Kementerian Perindustrian pun bertekad untuk menggelar pameran mobil-mobil produksi lokal tahun ini.
Selain Kiat Esemka, yang banyak diperbincangkan masyarakat, lima mobil karya tangan kreatif anak bangsa juga akan dipamerkan. "Tekad kami di 2012, ada beberapa mobil yang akan diluncurkan," kata Hidayat.
Dia berjanji, jika produsen mobil lokal tersebut sudah siap memproduksi kendaraan murah, Kemenperin akan membantu menggelar pameran ke publik. Tapi, dengan syarat, mobil yang layak pamer adalah kendaraan yang sudah selesai menjalani uji kelaikan.
"Yang sudah selesai uji kelaikan ada lima atau enam produk. Ada Tawon, Kiat Esemka, dan lainnya," ungkapnya.
Tapi, apakah mobil karya anak bangsa itu akan bisa bertahan? Menurut Hidayat, kelangsungan produk mobil lokal itu tergantung kemampuannya bersaing di pasar. "Meskipun, untuk itu kami akan bantu," ujarnya.
Hidayat memastikan, demam produksi kendaraan bermotor buatan dalam negeri tidak akan memunculkan kekhawatiran dari produsen mobil yang sudah ada di Indonesia. Pemerintah menganggap semua pihak pasti menyadari bahwa
memperkenalkan mobil nasional itu wajar terjadi di setiap negara.
"Tapi, untuk dominan di pasar itu suatu hal lain, karena kompetisi juga ketat. Jadi, perjalanan mobil nasional bisa dimulai 2012, tapi bukan sesuatu yang mudah, kita harus perjuangkan," kata dia.
Bahkan, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, siap memberikan dukungan fiskal untuk mengembangkan mobil nasional. Memiliki mobil nasional telah menjadi cita-cita pemerintah sejak lama.
"Jadi, dari sisi fiskal kami akan cari dan pelajari bentuk-bentuk inisiatif seperti apa yang bisa kami dukung," kata Agus.
Agus menyambut baik inisiatif anak-anak sekolah menengah kejuruan yang membuat mobil rakitan sendiri bernama 'Kiat Esemka'. Pihaknya selanjutnya menunggu keputusan Kementerian Perindustrian terkait kelanjutan pengembangan mobil tersebut.
Di antara mobil-mobil buatan putra-putri Indonesia itu, sebenarnya masih ada produk lainnya yang lebih dulu hadir. Sebut saja Komodo, Tawon, Gea, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor, dan Esemka Digdaya.
Sayangnya, mobil-mobil karya anak bangsa itu tidak mendapatkan perhatian lebih. Mereka bahkan tidak mendapat tempat khusus dalam ajang pameran otomotif terbesar di Tanah Air, Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 2011. Mereka hanya menempati stand kecil di pojok ruang pamer.
POTENSI 6 RIBU MW LISTRIK DARI LAUT
INDONESIA PLASA
Potensi 6 Ribu MW, RI Lirik Listrik dari Laut
Diketahui potensi sumber energi dari laut mencapai 727 ribu MW
Indonesia diketahui memiliki potensi energi laut yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif sebesar 49 ribu megawatt (MW). Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan potensi energi dari panas laut, gelombang laut dan arus laut di tanah air yang diperkirakan mencapai 727 ribu MW.
"Meskipun luas wilayah laut Indonesia tiga kali lebih besar dari luas daratan, namun kegiatan pemanfaatan energi laut untuk pembangkit lisrtik belum berkembang," ujar Anggota Dewan Energi Nasional Mukhtasor dalam siaran pers yang diterima VIVAnews.com, Selasa, 19 Juli 2011.
Mukhtasor mengungkapkan, dari potensi sumber energi laut sebesar 49 ribu MW, DEN menilai industri industri berbasis teknologi gelombang dan teknologi arus pasang surut merupakan sektor yang paling siap untuk pemanfaatan energi alternatif ini. Dari kedua industri tersebut, diperkirakan potensi tambahan pasokan energi bisa mencapai 6.000 MW.
Menurut Mukhtasor, Indonesia sebetulnya sudah memiliki pijakan pengembangan energi laut dalam Undang-undang (UU) Nomor 30/2007 tentang Energi dan UU Nomor 17/2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
Namun, ungkap Mukhtasor, peta jalan pengembangan energi laut dan Rencana Umum Kelistrikan Nasional belum mengakomodasi pemanfaatan energi laut hingga saat ini.
Kondisi itu terjadi diantaranya karena belum tersedianya informasi potensi energi laut yang secara ekonomis dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Padahal, dari hasil lokakarya perhitungan sumber energi laut yang dikerjakan DEN bersama sejumlah ahli dari berbagai bidang, diketahui bahwa Indonesia bisa memanfaatkan energi laut sebagai alternatif sumber pasokan energi nasional.
Perhitungan para ahli juga menunjukan pasokan energi dari laut tidak akan mengganggu industri pelayaran dan kondisi dasar laut. Selain itu, pengembangan energi alternatif ini juga bisa dibuat mengingat aspek ketersediaan teknologi yang sudah tersedia di pasar komersial internasional.
“Teknologi energi laut di dunia Internasional telah berkembang pesat. Badan Pengkajian dan Penerapan teknologi (BPPT) telah mulai melakukan pengkajian jenis-jenis teknologi ini untuk kemungkinan diterapkan di Indonesia," ujar Kepala Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika BPPT.
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia selama ini terus menggenjot tambahan pasokan energi nasional. Dengan program 10 ribu megawatt, pemerintah membangun sejumlah pembangkit listrik tenaga di berbagai daerah. Namun, fokus pengembangan energi alternatif ini masih berkisar pada pembangkit listrik menggunakan sumber energi dari batubara.
Pemerintah juga sedang menggodok penggunaan optimal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi yang diketahui memiliki potensi cukup besar.
ANGGAPAN KELIRU TENTANG MINYAK INDONESIA
INDONESIA PLASA
Anggapan Keliru tentang Energi di Indonesia
Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal tidak.
Selasa, 10 Januari 2012, 21:34 WIB
Terdapat beberapa anggapan yang keliru mengenai energi di Indonesia. Di antaranya, satu, Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal tidak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, CBM (Coal Bed Methane), panas bumi, air, BBN (Bahan Bakar Nabati) dan sebagainya.
Kedua, harga BBM (Bahan Bakar Minyak) harus murah sekali, tanpa berpikir bahwa hal ini menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk subsidi harga BBM. Ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan serta kepada impor minyak dan BBM makin lama makin besar serta mempersulit energi lain berkembang.
Ketiga, investor akan datang dengan sendirinya tanpa perlu kita bersikap bersahabat dan memberikan iklim investasi yang baik. Dan yang keempat, peningkatan kemampuan Nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa keberpihakan pemerintah.
Data Potensi Energi Nasional 2010 (Sumber: ESDM 2011) menunjukkan bahwa cadangan terbukti minyak Indonesia tinggal 3,7 miliar barel. Justru, kita lebih banyak memiliki energi non minyak.
Migas di Indonesia
Indonesia memproduksi minyak sebesar 345 juta barel, mengekspor minyak mentah sebesar 130 juta barel, mengimpor minyak mentah sebesar 103 juta barel dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 124 juta barel pada tahun 2010 dan mengkonsumsi 423 barel. Terdapat defisit sebesar 97 juta barel per tahun.
Cadangan terbukti minyak kita hanya 3,7 miliar barel atau 0,3% cadangan terbukti dunia. Sebagai negara net importer minyak dan yang tidak memiliki cadangan terbukti minyak yang banyak, tidaklah bijaksana apabila kita mengikuti kebijakan harga BBM murah di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah.
Data Produksi & Cadangan, Revenue, Cost Recovery, R/C dan Penerimaan Negara Migas (BP Migas 2010) menujukkan bahwa penemuan cadangan minyak sedikit sekali mulai tahun 2003. Akibatnya, produksi kita turun menjadi dibawah 1 juta barel per hari. Memang, biaya (cost recovery) meningkat dari tahun ke tahun berikutnya, tetapi harga minyak, gross revenue, revenue to cost ratio dan penerimaan negara juga meningkat dari tahun ke tahun berikutnya.
Cadangan dan produksi minyak yang turun tidak dapat diinterpretasikan bahwa minyak kita sudah habis atau prospek eksplorasi di Indonesia rendah. Di Malaysia telah ditemukan prospek Kikeh di laut dalam dengan cadangan 1 miliar BOE (barrel of oil equivalent) sehingga laut dalam di Indonesia, terutama Selat Makasar menjadi perhatian perusahaan-perusahaan raksasa.
Proyek-proyek raksasa LNG (Liquefied Natural Gas) di Australia yang sedang dikembangkan adalah Evans Shoal, Gorgon, Ichthys, Pluto, Browse dan Bay Undan, sedangkan di Indonesia hanya Tangguh. Perlu dicatat bahwa Australia termasuk low risk dan Malaysia adalah medium risk.
Tingginya risiko di Indonesia mengakibatkan perusahaan-perusahaan migas hanya berkonsentrasi pada mempertahankan produksi lapangan-lapangan yang sudah ada, akibatnya produksi turun. Perlu usaha untuk memperbaiki keadaan tersebut dengan mengundang investor guna meningkatkan cadangan dan produksi migas di Indonesia.
Konversi minyak
Produksi dan cadangan terbukti minyak kita turun terus. Walaupun cadangan terbukti gas kita empat kali lipat cadangan minyak tetapi program konversi minyak ke gas domestik tidak berjalan mulus. Program 10.000 MW PLTU (uap) batubara tidak berjalan mulus dan sebagian besar produksi batubara kita diekspor. PLTA (air) di luar Jawa kurang berkembang. Program Bahan Bakar Nabati tidak berjalan seperti yang diharapkan. PLTS (surya) dan PLTB (bayu) banyak yang tidak berfungsi lagi. Berarti ada yang tidak pas di Negeri ini.
Marilah kita evaluasi satu per satu.
Minyak kurang berkembang karena sistem fiskal dan iklim investasi yang kurang menarik. Gas kurang termanfaatkan untuk domestik karena harga domestik yang tidak menarik dan tidak disiapkannya infrastruktur di masa lalu. Batubara 10.000 MW kurang berkembang karena terdapat masalah negosiasi, birokrasi dan koordinasi. Kebanyakan batubara diekspor karena harga domestik yang kurang menarik dibandingkan harga ekspor.
PLTA kurang berkembang karena masalah birokrasi, koordinasi, promosi dan kemauan politik untuk mengembangkan industri di luar Jawa. Panasbumi kurang berkembang karena harga domestik yang tidak menarik di masa lalu. Bioenergi kurang berkembang karena masalah harga, peraturan, insentif, birokrasi, koordinasi dan litbang. Surya dan bayu tidak terawat karena kurang dikembangkan, di samping masalah birokrasi dan koordinasi.
Konservasi kurang berhasil karena harga energi murah, soal peraturan (kurangnya insentif untuk penghematan energi), kurangnya transportasi umum yang baik, dan kurangnya dukungan bagi litbang, serta kurangnya peningkatan kemampuan nasional untuk itu.
Menurut International Sustainable Energy Organization (ISEO) biaya energi terbarukan--seperti energi surya, energi angin, panasbumi, arus laut dan hidrogen--akan turun di masa depan. Sedangkan biaya PLTA akan naik (walaupun masih tetap rendah). Biaya energi tak terbarukan seperti minyak, gas, batubara dan nuklir akan naik di masa depan.
Batubara bisa lebih bersih lingkungan, meski konsekuensinya biayanya lebih mahal.
Tidak benar kalau energi nuklir sangat aman karena di samping peristiwa Chernobyl dan Three Mile Island, di Amerika Serikat 27 dari 104 reaktor nuklirnya pernah bocor (Tobi Raikkonen, 12 Maret 2010). Menurut USA Today 17 Juli 2007 di Jepang terjadi kebocoran nuklir 1997-2007 sebanyak 8 kali. Apalagi kemudian terjadi tragedi Fukushima (2011). Banyak negara Eropa yang akan menutup PLTN-nya pada 2020.
Penanganan dan penyimpanan limbah uranium yang benar adalah mahal dan kalau tidak benar berbahaya. Perancis bisa membantu memproses limbah uranium, tetapi limbah terakhirnya tetap dikirim ke negara asal yang mempunyai PLTN.
Andaikata nuklir ingin dikembangkan segera maka paling cepat dioperasikan pada 2021 karena memerlukan 10 tahun untuk merealisasikan PLTN seperti di Malaysia. Sebaiknya, Indonesia bekerja sama dengan Singapura dan Malaysia--lebih baik bila juga dengan negara-negara ASEAN lainnya. Lokasi pembangkitnya bisa di pulau kosong di Indonesia, di dekat Singapura. Makin banyak negara yang mengawasi diharapkan makin aman. Makin banyak negara yang memakai, maka bakal makin murah.
Yang perlu dilakukan
Kita masih bisa mencukupi kebutuhan energi sampai 2030 dengan menggunakan energi domestik (minyak, gas, CBM, shale gas, batubara, panasbumi, air, surya, angin, laut, biofuel dan biogas) serta mengembangkan kemampuan nasional untuk memproduksikan energi terbarukan dan konservasi energi. Bahkan, kalau perlu, mengimpor gas dan batubara (yang lebih murah dari BBM) serta mengusahakan migas di luar negeri.
Diharapkan Pertamina dan perusahaan-perusahaan nasional migas lain dapat meningkatkan produksi migasnya baik di dalam dan di luar negeri, seperti Petronas. Di samping itu, perlu perbaikan sistem fiskal dan iklim investasi serta sistem informasi untuk meningkatkan investasi internasional migas di Indonesia. Terobosan teknologi (nano) menyebabkan energi terbarukan lebih murah di masa depan. Konservasi atau penghematan energi mengurangi pemakaian dan pasokan energi serta mengurangi polusi. Pemakaian mobil irit bensin seperti yang dihasilkan ITS dan penghematan energi lainnya perlu didukung dan dikembangkan secara nasional.
Selain migas dan batubara perlu dikembangkan pengembangan energi fosil yang tak konvensional seperti CBM, shale gas, hydrate. Perlu pengembangan semaksimal mungkin dengan meningkatkan iklim investasi untuk panasbumi, batubara mulut tambang, panasbumi dalam, energi surya, bayu, bioenergi, laut, mikrohidro, di samping peningkatan kemampuan nasional serta penguasaan teknologinya.
Peningkatan kemampuan energi nasional wajib dilakukan. Dana dapat diperoleh dari penghematan yang diperoleh dari digantikannya BBM yang mahal dan sudah diimpor dengan energi lain yang lebih murah dan tersedia di dalam negeri (gas, batubara, panasbumi dan energi terbarukan lain). Sehingga, anjurannya bukan "jangan pakai BBM bersubsidi" tetapi sedapat mungkin "jangan pakai BBM sehingga subsidi minimum".
Ketika Harry Potter "selamat" dari Voldemore (musuhnya), Dumbledore (kepala sekolahnya): mengatakan: "Someday, you will have to choose between what is right and what is easy." Pilihan kita, mau "benar, tetapi walaupun sulit, berhasil di jangka panjang" atau mau "gampang tetapi tidak ke mana mana"? Yasadipura, kakek Ranggawarsita, mengatakan: "Waniya ing gampang, wediya ing pakewuh, sabarang nora tumeka. Sukailah kemudahan, takutilah kesulitan, maka tidak ada yang diperoleh."
29 Desember 2011
13 TON UDANG DARI MALAYSIA DI PULANGKAN
INDONESIA PLASA
KKP pulangkan 13 ton udang impor asal Malaysia
Jumat, 30 Desember 2011 08:22 WIB |
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulangkan 13,04 ton udang impor yang berasal dari Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.
Dalam re-export udang asal Malaysia ini petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama-sama dengan petugas Karantina Ikan melepas Kapal Reunion Voyage 11A3.
"Mereka berangkat dari Pelabuhan Belawan dengan tujuan Pelabuhan Penang Malaysia dan kami awasi dengan kapal pengawas KKP," kata Dirjen PSDKP KKP Syahrin Abdurrahman, dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia memaparkan, udang impor asal Malaysia tersebut telah dipulangkan pada Selasa (27/12) setelah ditemukan mengandung penyakit "white spot syndrome virus" (WSSV) yang merupakan hama penyakit ikan karantina (HPIK) yang termasuk golongan I.
Kandungan penyakit itu ditemukan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan dan bekerja sama dengan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Belawan untuk mencegah udang keluar dari pelabuhan.
Udang impor yang mulai masuk Pelabuhan Belawan pada 12 Desember 2011 itu dipulangkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 03 Tahun 2010 tentang Penetapan Jenis-jenis Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2007 tentang Tindakan Karantina.
Selain itu, ujar dia, upaya mencegah beredarnya hasil perikanan impor yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau yang tidak aman untuk dikonsumsi akan terus dilaksanakan secara sinergi.
Sebelumnya, Koordinator Program Kiara, Abdul Halim dalam sejumlah kesempatan telah menyatakan bahwa terdapat tiga hal substansial terkait dengan pengawasan produk perikanan impor ikan ilegal yang marak ditemukan di sejumlah pelabuhan di Indonesia.
Abdul Halim memaparkan, tiga hal itu antara lain pengawasan terhadap jenis ikan yang serupa dengan yang diproduksi di Indonesia dan pengawasan terhadap jenis ikan yang berkualitas buruk dalam artian mengandung kadar air berlebih atau berformalin.
Hal substansial lainnya adalah pengawasan terhadap ikan yang tidak memiliki izin dan atau dokumen impor ikan lengkap karena menurut dia, tidak ada jaminan bahwa ikan ilegal impor tidak akan lolos untuk beredar di pasar dalam negeri.
KKP pulangkan 13 ton udang impor asal Malaysia
Jumat, 30 Desember 2011 08:22 WIB |
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulangkan 13,04 ton udang impor yang berasal dari Malaysia yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.
Dalam re-export udang asal Malaysia ini petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) bersama-sama dengan petugas Karantina Ikan melepas Kapal Reunion Voyage 11A3.
"Mereka berangkat dari Pelabuhan Belawan dengan tujuan Pelabuhan Penang Malaysia dan kami awasi dengan kapal pengawas KKP," kata Dirjen PSDKP KKP Syahrin Abdurrahman, dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia memaparkan, udang impor asal Malaysia tersebut telah dipulangkan pada Selasa (27/12) setelah ditemukan mengandung penyakit "white spot syndrome virus" (WSSV) yang merupakan hama penyakit ikan karantina (HPIK) yang termasuk golongan I.
Kandungan penyakit itu ditemukan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan dan bekerja sama dengan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Belawan untuk mencegah udang keluar dari pelabuhan.
Udang impor yang mulai masuk Pelabuhan Belawan pada 12 Desember 2011 itu dipulangkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 03 Tahun 2010 tentang Penetapan Jenis-jenis Hama dan Penyakit Ikan Karantina dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2007 tentang Tindakan Karantina.
Selain itu, ujar dia, upaya mencegah beredarnya hasil perikanan impor yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau yang tidak aman untuk dikonsumsi akan terus dilaksanakan secara sinergi.
Sebelumnya, Koordinator Program Kiara, Abdul Halim dalam sejumlah kesempatan telah menyatakan bahwa terdapat tiga hal substansial terkait dengan pengawasan produk perikanan impor ikan ilegal yang marak ditemukan di sejumlah pelabuhan di Indonesia.
Abdul Halim memaparkan, tiga hal itu antara lain pengawasan terhadap jenis ikan yang serupa dengan yang diproduksi di Indonesia dan pengawasan terhadap jenis ikan yang berkualitas buruk dalam artian mengandung kadar air berlebih atau berformalin.
Hal substansial lainnya adalah pengawasan terhadap ikan yang tidak memiliki izin dan atau dokumen impor ikan lengkap karena menurut dia, tidak ada jaminan bahwa ikan ilegal impor tidak akan lolos untuk beredar di pasar dalam negeri.
RAKYAT RIAU TAHUN 2013 BERHAK KELOLA CHEVRON / CALTEX
INDONESIA PLASA
Rakyat Riau berhak kelola ladang minyak Chevron pada 2013
Rabu, 21 Desember 2011 22:40 WIB |
Pemblokiran kamp Chevron Seorang buruh menggenggam kawat berduri saat pemblokiran gerbang kamp Chevron Pasific Indonesia (CPI) di Pekanbaru, Selasa (20/12). Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia melakukan aksi pemblokiran gerbang kamp Chevron selama dua hari untuk mendesak perbaikan kontrak yang melindungi hak-hak buruh subkontraktor.
Rakyat Riau bisa mendapatkan hak untuk mengelola ladang minyak `block Siak` (berkapasits 2.000 barel per hari), jika PT Chevron Pasifik Indonesia telah berakhir masa kontraknya pada 2013 mendatang.
"Berilah hak kelola itu pertama-tama kepada rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, agar mereka bisa menikmati kekayaan alam anugerah Tuhan kepadanya, tidak selalu harus dikelola pihak asing," kata Josh Dewal, Ketua DPC GMNI Kota Pekanbaru, Rabu.
Ia mengatakan itu, terkait bakal berakhirnya masa kontrak kontrak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dalam pengelolaan (eksplorasi minyak) di `block Siak` pada tahun 2013.
"Sehubungan dengan itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pekanbaru mengajak semua komponen dan elemen bersatu merebut kembali ladang minyak tersebut," tegasnya.
Mendapatkan kembali `block Siak` tahun 2013, menurut GMNI melalui Josh, seharusnya menjadi momentum ke-3 bagi Provinsi Riau untuk memperjuangkan hak pengelolahan ladang minyak.
"Jangan jatuh lagi ke pihak asing," tandas Josh Dowel, didampingi Sekretaris-nya, Royan Suryasepta.
`Block Siak`, demikian DPC GMNI, merupakan salah satu ladang minyak produktif dengan kapasitas produksi 2.000 barel per hari.
Josh Dowel menambahkan, keberhasilan perjuangan para pemimpin beserta segenap elemen masyarakat Riau mendapatkan hak mengelola ladang minyak telah pernah termanifestasikan pada pengelolahan `block CPP` tahun 2008.
"Kita sudah punya pengalaman baik, yakni melalui pembentukan Badan Operasi Bersama (BOB) antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu untuk mengelola ladang minyak itu (`block CPP`)," paparnya.
Josh Dowel kemudian mengungkapkan lagi pengalaman berikutnya mengelola `block Langgak` (2010) melalui BUMD PT Sarana Pembangunan Riau.
"Pengalaman mendapatkan hak pengelolahan ladang minyak ke-2 BUMD tersebut dapat dijadikan modal utama dalam memperjuangkan `block Siak` dan blok lainnya," katanya lagi.
Josh dan Royan berpendapat, memperjuangkan untuk memperoleh `block Siak` (dengan produksi 2.000 barel per hari), mempunyai makna strategis sebagai langkah penting mendapatkan ladang minyak lebih besar produksinya, yaitu `block Rokan` (370.000 barel per hari).
"Ladang minyak di `block Rokan` ini juga tak akan lama lagi berakhir masa kontraknya, dan kembali kami mengetuk hati sanubari Pemerintah Indonesia, agar berilah kesempatan seluas-luasnya pertamakali mengelolanya kepada rakyat sendiri," ujar Josh Dowel.
Chevron didenda badan lingkungan Brazil atas tumpahan minyak
Foto udara menunjukkan minyak yang merembes dari sumur minyak milik Chevron di Frade, di perairan Cekungan Campos di Rio de Janeiro, Brazil, Jumat (18/11). Ketua Regulasi Minyak Brazil ANP mengatakan bahwa hanya Chevron, tidak termasuk mitranya, Petrobas dan kelompok persusahaan Jepang Frade Japao, yang akan dikenai denda atas tumpahan minyak tersebut. Chevron dikenai denda sekitar 28 juta dolar AS dan menjadi inti penyelidikan polisi federal.
Institut Lingkungan Brazil Jumat memerintahkan raksasa minyak AS Chevron agar membayar denda lain terkait tumpahan minyak awal November di lepas pantai Rio de Janeiro.
Badan itu, yang dikenal sebagai Ibama, memerintahkan Chevron agar membayar 5,4 juta dolar AS karena gangguan dalam rencana kedaruratan perusahaan itu. Ibama sembelumnya mendenda Chevron 28 juta dolar AS akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tumpahan minyak, lapor AFP.
Badan itu mengatakan pihaknya menemukan "ketiadaan peralatan di kapal darurat dan penundaan pada saat respon pertama terhadap tumpahan itu," kata pernyataan itu.
Jaksa sebelumnya mengumumkan tindakan hukum terhadap Chevron, unit Brazilnya dan Transocean, menuntut 11 miliar dolar AS atas tumpahan bulan lalu di sumur produksi di lapangan Frade, 370 kilometer lepas pantai negara bagian Rio de Janeiro. Sumur itu terletak 1.200 meter di bawah permukaan samudera.
Badan Perminyakan Nasional yang dikelola negara memperhitungkan sekitar 3.000 barel minyak mentah tumpah.
Pihak berwenang menangguhkan seluruh operasi pemboran Chevron pada 23 November dan menolak akses ke lapangan lepas pantai baru yang besar, yang badan perminyakan nasional Brazil katakan memiliki cadangan yang dapat melampaui 100 miliar barel minyak kualitas tinggi yang dapat diambil.
Kapal minyak Chevron diserang perompak di lepas pantai Nigeria
Delapan perompak menaiki sebuah kapal pasokan minyak yang dikontrak perusahaan Chevron Corp di lepas pantai Nigeria dan menyandera tiga orang, kata perusahaan minyak AS itu, Jumat.
Perompakan pada Kamis larut malam itu merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh orang-orag bersenjata bulan ini terhadap kapal yang dikontrak Chevron di lepas pantai negara bagian Bayelsa, tempat asal Presiden Nigeria Goodluck Jonathan.
Satu sumber keamanan mengatakan, kapal MV C-Endeavour milik perusahaan jasa Chouest itu melayani ladang minyak Agbami Chevron, yang memproduksi 250.000 barel per hari, sekitar 113 kilometer di lepas pantai Nigeria. Dua sumber lain yang mengetahui insiden itu mengkonfirmasi keterangan tersebut.
Seorang juru bicara Chevron yang berkantor di California menolak memberikan keterangan di luar pernyataan resmi.
"Chevron Nigeria Limited membantu perusahaan pelayanan itu mengupayakan pembebasan aman bagi awak kapal yang diculik," kata perusahaan tersebut.
Perompakan itu merupakan yang terakhir dari serangkaian serangan di lepas pantai Afrika barat dalam beberapa bulan ini.
Dua-puluh orang awak Eropa timur yang ditangkap perompak di lepas pantai Nigeria bulan lalu dibebaskan bersama kapal mereka sekitar sepekan kemudian.
Pantai Nigeria, negara produsen minyak terbesar Afrika, telah menjadi tempat berbahaya untuk pelayaran kapal, dan risiko itu meluas dalam beberapa bulan ini hingga ke pantai negara tetangga kecil, Benin.
Pantai Benin dilanda sedikitnya 20 insiden perompakan tahun ini, sementara pada 2010 tidak terjadi pembajakan kapal sama sekali.
Nigeria dan Benin meluncurkan patroli laut bersama bulan lalu dalam upaya mengatasi gelombang perompakan.
Biro maritim memperingatkan, gelombang serangan kapal di lepas pantai Afrika barat menunjukkan bahwa kawasan itu telah menjadi ajang baru perompakan, menyusul kawasan Somalia.
Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.
Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, namun serangan masih terus berlangsung.
Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni tahun 2008 saja.
Angka tidak resmi menunjukkan 2009 sebagai tahun paling banyak perompakan di Somalia, dengan lebih dari 200 serangan -- termasuk 68 pembajakan yang berhasil -- dan uang tebusan diyakini melampaui 50 juta dolar.
Kelompok-kelompok bajak laut Somalia, yang beroperasi di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, memperoleh uang tebusan jutaan dolar dari pembajakan kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden.
Patroli angkatan laut multinasional di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Teluk Aden yang ramai tampaknya hanya membuat geng-geng perompak memperluas operasi serangan mereka semakin jauh ke Lautan India.
Dewan Keamanan PBB telah menyetujui operasi penyerbuan di wilayah perairan Somalia untuk memerangi perompakan, namun kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak berbuat banyak, menurut Menteri Perikanan Puntland Ahmed Saed Ali Nur.
Pemerintah transisi lemah Somalia, yang saat ini menghadapi pemberontakan berdarah, tidak mampu menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu dan awak mereka.
Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu sasaran mereka.
Menhut belum tahu soal perpanjangan ijin Chevron
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengaku belum tahu mengenai perpanjangan ijin PT Chevron Geothermal Indonesia (CGI) untuk eksplorasi panas bumi di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Untuk masalah Chevron ijinnya apakah sudah diperpanjang atau belum, akan saya lihat dulu. Saya tidak mau berkomentar banyak kalau belum melihat ijinnya," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan di Kecamatan Pangalengan, Rabu.
Menurutnya, aktivitas Chevron di kawasan Kamojang bukanlah baru setahun, akan tetapi itu sudah ada sejak zaman Belanda. Oleh karenanya, tidak benar apabila Chevron selama ini tidak pernah mengantongi ijin dari instansi yang berwenang dalam hal ini Kementerian Kehutanan.
Saat ditanya mengenai desakan warga Kecamatan Ibun dan Kertasari yang meminta agar BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dibubarkan, karena seringkali justru melakukan pengrusakan dan menyakiti masyarakat, Zulkifli dengan entengnya menjawab bahwa hal itu merupakan bagian dari proses demokrasi.
"Semua orang boleh saja berpendapat apa, yang penting harus mengikuti aturan. Termasuk BKSDA sebagus apa pun yang telah dilakukannya pasti tidak akan luput dari kritik," ujarnya.
Seperti diketahui, sejumlah LSM diantaranya Komite Peduli Jawa Barat menganggap bahwa BKSDA justru pendukung pelaku pengrusakan hutan. Karena BKSDA dengan sengaja membiarkan Chevron melakukan pengrusakan hutan lindung atas nama eksplorasi alam.
Disisi lain, lima orang warga Kecamatan Ibun yang hanya memungut ranting justru malah diseret ke meja hijau dengan tuduhan pencurian.
"Saya kecewa dengan BKSDA yang malah menyengsarakan dan merugikan masyarakat Kabupaten Bandung. Harga diri bangsa ini mau dikemanakan? kalau hal ini kita biarkan," ujarnya.
Sedangkan mengenai Chevron, Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, mengaku kecewa dengan sikap PT Chevron Geothermal Indonesia (CGI) di Desa Cihawuk.
Menurut anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Aep Abdullah Chevron sama sekali tidak menghormati kedatangan sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Bandung yang mengurusi kasus perluasan sumur tenaga panas bumi.
"Saya melihat kedatangan dewan ke Chevron sama sekali tidak dihargai. Itu terlihat dari tidak adanya pucuk pimpinan Chevron yang mau menemui mereka. Bahkan beberapa kali jawaban yang disampaikan Chevron sama sekali tidak jelas dan mengambang," ujarnya.
Dijelaskannya, kedatangan anggota dewan ke Chevron merupakan tindak lanjut atas pertemuan sebelumnya di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Jakarta pada Jumat (21/10) lalu. Dirinya menilai pertemuannya kali ini sama sekali tidak ada manfaatnya, sehingga wajar apabila Komisi C sempat melakukan aksi walk out dari pertemuan tersebut.
Dua Tewas dalam Ledakan Kilang Chevron
Dua orang dilaporkan tewas dalam ledakan sebuah kilang minyak Chevron di Pembroke, Wales, pada Kamis.
"Kami telah menerima laporan dalam beberapa menit terakhir mengenai dua korban tewas di pabrik Chevron itu," seorang reporter BBC melaporkan.
Layanan pemadam kebakaran setempat mengatakan sebelumnya telah terjadi ledakan dan kebakaran di kilang tersebut tetapi tidak ada informasi tentang korban, demikian dilaporkan Reuters.
Rakyat Riau berhak kelola ladang minyak Chevron pada 2013
Rabu, 21 Desember 2011 22:40 WIB |
Pemblokiran kamp Chevron Seorang buruh menggenggam kawat berduri saat pemblokiran gerbang kamp Chevron Pasific Indonesia (CPI) di Pekanbaru, Selasa (20/12). Ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Seluruh Indonesia melakukan aksi pemblokiran gerbang kamp Chevron selama dua hari untuk mendesak perbaikan kontrak yang melindungi hak-hak buruh subkontraktor.
Rakyat Riau bisa mendapatkan hak untuk mengelola ladang minyak `block Siak` (berkapasits 2.000 barel per hari), jika PT Chevron Pasifik Indonesia telah berakhir masa kontraknya pada 2013 mendatang.
"Berilah hak kelola itu pertama-tama kepada rakyat Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, agar mereka bisa menikmati kekayaan alam anugerah Tuhan kepadanya, tidak selalu harus dikelola pihak asing," kata Josh Dewal, Ketua DPC GMNI Kota Pekanbaru, Rabu.
Ia mengatakan itu, terkait bakal berakhirnya masa kontrak kontrak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dalam pengelolaan (eksplorasi minyak) di `block Siak` pada tahun 2013.
"Sehubungan dengan itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pekanbaru mengajak semua komponen dan elemen bersatu merebut kembali ladang minyak tersebut," tegasnya.
Mendapatkan kembali `block Siak` tahun 2013, menurut GMNI melalui Josh, seharusnya menjadi momentum ke-3 bagi Provinsi Riau untuk memperjuangkan hak pengelolahan ladang minyak.
"Jangan jatuh lagi ke pihak asing," tandas Josh Dowel, didampingi Sekretaris-nya, Royan Suryasepta.
`Block Siak`, demikian DPC GMNI, merupakan salah satu ladang minyak produktif dengan kapasitas produksi 2.000 barel per hari.
Josh Dowel menambahkan, keberhasilan perjuangan para pemimpin beserta segenap elemen masyarakat Riau mendapatkan hak mengelola ladang minyak telah pernah termanifestasikan pada pengelolahan `block CPP` tahun 2008.
"Kita sudah punya pengalaman baik, yakni melalui pembentukan Badan Operasi Bersama (BOB) antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu untuk mengelola ladang minyak itu (`block CPP`)," paparnya.
Josh Dowel kemudian mengungkapkan lagi pengalaman berikutnya mengelola `block Langgak` (2010) melalui BUMD PT Sarana Pembangunan Riau.
"Pengalaman mendapatkan hak pengelolahan ladang minyak ke-2 BUMD tersebut dapat dijadikan modal utama dalam memperjuangkan `block Siak` dan blok lainnya," katanya lagi.
Josh dan Royan berpendapat, memperjuangkan untuk memperoleh `block Siak` (dengan produksi 2.000 barel per hari), mempunyai makna strategis sebagai langkah penting mendapatkan ladang minyak lebih besar produksinya, yaitu `block Rokan` (370.000 barel per hari).
"Ladang minyak di `block Rokan` ini juga tak akan lama lagi berakhir masa kontraknya, dan kembali kami mengetuk hati sanubari Pemerintah Indonesia, agar berilah kesempatan seluas-luasnya pertamakali mengelolanya kepada rakyat sendiri," ujar Josh Dowel.
Chevron didenda badan lingkungan Brazil atas tumpahan minyak
Foto udara menunjukkan minyak yang merembes dari sumur minyak milik Chevron di Frade, di perairan Cekungan Campos di Rio de Janeiro, Brazil, Jumat (18/11). Ketua Regulasi Minyak Brazil ANP mengatakan bahwa hanya Chevron, tidak termasuk mitranya, Petrobas dan kelompok persusahaan Jepang Frade Japao, yang akan dikenai denda atas tumpahan minyak tersebut. Chevron dikenai denda sekitar 28 juta dolar AS dan menjadi inti penyelidikan polisi federal.
Institut Lingkungan Brazil Jumat memerintahkan raksasa minyak AS Chevron agar membayar denda lain terkait tumpahan minyak awal November di lepas pantai Rio de Janeiro.
Badan itu, yang dikenal sebagai Ibama, memerintahkan Chevron agar membayar 5,4 juta dolar AS karena gangguan dalam rencana kedaruratan perusahaan itu. Ibama sembelumnya mendenda Chevron 28 juta dolar AS akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tumpahan minyak, lapor AFP.
Badan itu mengatakan pihaknya menemukan "ketiadaan peralatan di kapal darurat dan penundaan pada saat respon pertama terhadap tumpahan itu," kata pernyataan itu.
Jaksa sebelumnya mengumumkan tindakan hukum terhadap Chevron, unit Brazilnya dan Transocean, menuntut 11 miliar dolar AS atas tumpahan bulan lalu di sumur produksi di lapangan Frade, 370 kilometer lepas pantai negara bagian Rio de Janeiro. Sumur itu terletak 1.200 meter di bawah permukaan samudera.
Badan Perminyakan Nasional yang dikelola negara memperhitungkan sekitar 3.000 barel minyak mentah tumpah.
Pihak berwenang menangguhkan seluruh operasi pemboran Chevron pada 23 November dan menolak akses ke lapangan lepas pantai baru yang besar, yang badan perminyakan nasional Brazil katakan memiliki cadangan yang dapat melampaui 100 miliar barel minyak kualitas tinggi yang dapat diambil.
Kapal minyak Chevron diserang perompak di lepas pantai Nigeria
Delapan perompak menaiki sebuah kapal pasokan minyak yang dikontrak perusahaan Chevron Corp di lepas pantai Nigeria dan menyandera tiga orang, kata perusahaan minyak AS itu, Jumat.
Perompakan pada Kamis larut malam itu merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh orang-orag bersenjata bulan ini terhadap kapal yang dikontrak Chevron di lepas pantai negara bagian Bayelsa, tempat asal Presiden Nigeria Goodluck Jonathan.
Satu sumber keamanan mengatakan, kapal MV C-Endeavour milik perusahaan jasa Chouest itu melayani ladang minyak Agbami Chevron, yang memproduksi 250.000 barel per hari, sekitar 113 kilometer di lepas pantai Nigeria. Dua sumber lain yang mengetahui insiden itu mengkonfirmasi keterangan tersebut.
Seorang juru bicara Chevron yang berkantor di California menolak memberikan keterangan di luar pernyataan resmi.
"Chevron Nigeria Limited membantu perusahaan pelayanan itu mengupayakan pembebasan aman bagi awak kapal yang diculik," kata perusahaan tersebut.
Perompakan itu merupakan yang terakhir dari serangkaian serangan di lepas pantai Afrika barat dalam beberapa bulan ini.
Dua-puluh orang awak Eropa timur yang ditangkap perompak di lepas pantai Nigeria bulan lalu dibebaskan bersama kapal mereka sekitar sepekan kemudian.
Pantai Nigeria, negara produsen minyak terbesar Afrika, telah menjadi tempat berbahaya untuk pelayaran kapal, dan risiko itu meluas dalam beberapa bulan ini hingga ke pantai negara tetangga kecil, Benin.
Pantai Benin dilanda sedikitnya 20 insiden perompakan tahun ini, sementara pada 2010 tidak terjadi pembajakan kapal sama sekali.
Nigeria dan Benin meluncurkan patroli laut bersama bulan lalu dalam upaya mengatasi gelombang perompakan.
Biro maritim memperingatkan, gelombang serangan kapal di lepas pantai Afrika barat menunjukkan bahwa kawasan itu telah menjadi ajang baru perompakan, menyusul kawasan Somalia.
Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.
Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, namun serangan masih terus berlangsung.
Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni tahun 2008 saja.
Angka tidak resmi menunjukkan 2009 sebagai tahun paling banyak perompakan di Somalia, dengan lebih dari 200 serangan -- termasuk 68 pembajakan yang berhasil -- dan uang tebusan diyakini melampaui 50 juta dolar.
Kelompok-kelompok bajak laut Somalia, yang beroperasi di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, memperoleh uang tebusan jutaan dolar dari pembajakan kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden.
Patroli angkatan laut multinasional di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Teluk Aden yang ramai tampaknya hanya membuat geng-geng perompak memperluas operasi serangan mereka semakin jauh ke Lautan India.
Dewan Keamanan PBB telah menyetujui operasi penyerbuan di wilayah perairan Somalia untuk memerangi perompakan, namun kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak berbuat banyak, menurut Menteri Perikanan Puntland Ahmed Saed Ali Nur.
Pemerintah transisi lemah Somalia, yang saat ini menghadapi pemberontakan berdarah, tidak mampu menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu dan awak mereka.
Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu sasaran mereka.
Menhut belum tahu soal perpanjangan ijin Chevron
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengaku belum tahu mengenai perpanjangan ijin PT Chevron Geothermal Indonesia (CGI) untuk eksplorasi panas bumi di Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Untuk masalah Chevron ijinnya apakah sudah diperpanjang atau belum, akan saya lihat dulu. Saya tidak mau berkomentar banyak kalau belum melihat ijinnya," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan di Kecamatan Pangalengan, Rabu.
Menurutnya, aktivitas Chevron di kawasan Kamojang bukanlah baru setahun, akan tetapi itu sudah ada sejak zaman Belanda. Oleh karenanya, tidak benar apabila Chevron selama ini tidak pernah mengantongi ijin dari instansi yang berwenang dalam hal ini Kementerian Kehutanan.
Saat ditanya mengenai desakan warga Kecamatan Ibun dan Kertasari yang meminta agar BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dibubarkan, karena seringkali justru melakukan pengrusakan dan menyakiti masyarakat, Zulkifli dengan entengnya menjawab bahwa hal itu merupakan bagian dari proses demokrasi.
"Semua orang boleh saja berpendapat apa, yang penting harus mengikuti aturan. Termasuk BKSDA sebagus apa pun yang telah dilakukannya pasti tidak akan luput dari kritik," ujarnya.
Seperti diketahui, sejumlah LSM diantaranya Komite Peduli Jawa Barat menganggap bahwa BKSDA justru pendukung pelaku pengrusakan hutan. Karena BKSDA dengan sengaja membiarkan Chevron melakukan pengrusakan hutan lindung atas nama eksplorasi alam.
Disisi lain, lima orang warga Kecamatan Ibun yang hanya memungut ranting justru malah diseret ke meja hijau dengan tuduhan pencurian.
"Saya kecewa dengan BKSDA yang malah menyengsarakan dan merugikan masyarakat Kabupaten Bandung. Harga diri bangsa ini mau dikemanakan? kalau hal ini kita biarkan," ujarnya.
Sedangkan mengenai Chevron, Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, mengaku kecewa dengan sikap PT Chevron Geothermal Indonesia (CGI) di Desa Cihawuk.
Menurut anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Aep Abdullah Chevron sama sekali tidak menghormati kedatangan sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Komisi Gabungan DPRD Kabupaten Bandung yang mengurusi kasus perluasan sumur tenaga panas bumi.
"Saya melihat kedatangan dewan ke Chevron sama sekali tidak dihargai. Itu terlihat dari tidak adanya pucuk pimpinan Chevron yang mau menemui mereka. Bahkan beberapa kali jawaban yang disampaikan Chevron sama sekali tidak jelas dan mengambang," ujarnya.
Dijelaskannya, kedatangan anggota dewan ke Chevron merupakan tindak lanjut atas pertemuan sebelumnya di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Jakarta pada Jumat (21/10) lalu. Dirinya menilai pertemuannya kali ini sama sekali tidak ada manfaatnya, sehingga wajar apabila Komisi C sempat melakukan aksi walk out dari pertemuan tersebut.
Dua Tewas dalam Ledakan Kilang Chevron
Dua orang dilaporkan tewas dalam ledakan sebuah kilang minyak Chevron di Pembroke, Wales, pada Kamis.
"Kami telah menerima laporan dalam beberapa menit terakhir mengenai dua korban tewas di pabrik Chevron itu," seorang reporter BBC melaporkan.
Layanan pemadam kebakaran setempat mengatakan sebelumnya telah terjadi ledakan dan kebakaran di kilang tersebut tetapi tidak ada informasi tentang korban, demikian dilaporkan Reuters.
PENJUALAN TOYOTA DI INDONESIA LAMPAUI THAILAND
INDONESIA PLASA
Penjualan Toyota Indonesia diperkirakan lampaui Thailand
Minggu, 18 Desember 2011 01:25 WIB |
Penjualan Toyota Indonesia tahun ini diperkirakan akan melampaui Thailand, menyusul bencana banjir yang melanda negeri "Gajah Putih" itu.
"Kami memperkirakan sampai Desember penjualan Toyota akan menembus angka sekitar 310 ribu unit," kata Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, di Jakarta, Sabtu.
Dengan angka sebesar itu, meski belum mendapat kepastian, Johnny memperkirakan penjualan Toyota di Indonesia bisa lebih tinggi dari Thailand yang selama ini menjadi negara dengan penjualan dan produksi tertinggi bagi Toyota di Asia Tenggara.
"Mungkin penjualan (Toyota di Indonesia) itu bisa menggeser (penjualan Toyota di) Thailand, mengingat negeri itu sedang terkena musibah banjir," ujarnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sampai November penjualan TAM selaku agen pemegang merek Toyota telah mencapai 285.034 unit, atau telah melampaui penjualan sepanjang 2010 sebesar 280.989 unit.
Johnny memperkirakan pada Desember penjualan Toyota akan lebih baik dibandingkan November yang secara "wholesales" mencapai 15.256 unit, seiring dengan pemulihan pasokan suku cadang dan mobil yang diimpor dari Thailand.
"Dampak (banjir) Thailand (terhadap penjualan mobil Toyota) ternyata lebih besar dari gempa dan tsunami di Jepang," ujarnya.
Ketika gempa dan tsunami Jepang pada 11 Maret 2011, penjualan TAM turun hanya sekitar 28,6 persen pada April dibandingkan bulan sebelumnya. Namun dampak banjir di Thailand, menurunkan penjualan Toyota hingga 51,2 persen pada November dibandingkan Oktober.
"Ternyata sistem yang kami terapkan dengan stok yang sedikit membuat penjualan jatuh lebih banyak dibandingkan merek lain, ketika terjadi bencana di Thailand," kata Johnny.
TAM, lanjut dia, dalam keadaan normal hanya menerapkan stok mobil 0,1-0,2 persen atau sekitar 5.000 unit per bulan.
Sementara agen pemegang merek (APM) lain, menurut dia, stok mereka lebih tinggi, sehingga penjualan mereka tidak anjlok ketika bencana Thailand terjadi.
Ditambahkan Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, selama ini mobil Toyota yang diimpor dari Thailand memberi kontribusi penjualan sekitar 15 persen, terutama untuk sedan dan pick-up.
"Namun selain mobil dari Thailand, beberapa suku cadang Innova yang diproduksi di Indonesia, juga mengandalkan impor dari Thailand, sehingga pasokan Innova juga terhambat," katanya.
Anjloknya penjualan pada November, kata dia, juga akibat penjualan Avanza baru belum maksimal, karena produksi baru dimulai pertengahan November. Produksi Avanza sendiri, kata dia, tidak terganggu bencana di Thailand.
"Karena itu, kami optimistis penjualan Toyota bisa lebih baik pada Desember sekitar 23 ribu - 26 ribu unit," ujar Joko.
Dengan proyeksi penjualan TAM menebus angka 310 ribu unit sampai akhir Desember 2011, lanjut Joko, maka Toyota akan menguasai sekitar 35,2 persen pasar mobil di Indonesia yang diproyeksi mencapai 880 ribu unit.
Penjualan Toyota Indonesia diperkirakan lampaui Thailand
Minggu, 18 Desember 2011 01:25 WIB |
Penjualan Toyota Indonesia tahun ini diperkirakan akan melampaui Thailand, menyusul bencana banjir yang melanda negeri "Gajah Putih" itu.
"Kami memperkirakan sampai Desember penjualan Toyota akan menembus angka sekitar 310 ribu unit," kata Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan, di Jakarta, Sabtu.
Dengan angka sebesar itu, meski belum mendapat kepastian, Johnny memperkirakan penjualan Toyota di Indonesia bisa lebih tinggi dari Thailand yang selama ini menjadi negara dengan penjualan dan produksi tertinggi bagi Toyota di Asia Tenggara.
"Mungkin penjualan (Toyota di Indonesia) itu bisa menggeser (penjualan Toyota di) Thailand, mengingat negeri itu sedang terkena musibah banjir," ujarnya.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sampai November penjualan TAM selaku agen pemegang merek Toyota telah mencapai 285.034 unit, atau telah melampaui penjualan sepanjang 2010 sebesar 280.989 unit.
Johnny memperkirakan pada Desember penjualan Toyota akan lebih baik dibandingkan November yang secara "wholesales" mencapai 15.256 unit, seiring dengan pemulihan pasokan suku cadang dan mobil yang diimpor dari Thailand.
"Dampak (banjir) Thailand (terhadap penjualan mobil Toyota) ternyata lebih besar dari gempa dan tsunami di Jepang," ujarnya.
Ketika gempa dan tsunami Jepang pada 11 Maret 2011, penjualan TAM turun hanya sekitar 28,6 persen pada April dibandingkan bulan sebelumnya. Namun dampak banjir di Thailand, menurunkan penjualan Toyota hingga 51,2 persen pada November dibandingkan Oktober.
"Ternyata sistem yang kami terapkan dengan stok yang sedikit membuat penjualan jatuh lebih banyak dibandingkan merek lain, ketika terjadi bencana di Thailand," kata Johnny.
TAM, lanjut dia, dalam keadaan normal hanya menerapkan stok mobil 0,1-0,2 persen atau sekitar 5.000 unit per bulan.
Sementara agen pemegang merek (APM) lain, menurut dia, stok mereka lebih tinggi, sehingga penjualan mereka tidak anjlok ketika bencana Thailand terjadi.
Ditambahkan Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto, selama ini mobil Toyota yang diimpor dari Thailand memberi kontribusi penjualan sekitar 15 persen, terutama untuk sedan dan pick-up.
"Namun selain mobil dari Thailand, beberapa suku cadang Innova yang diproduksi di Indonesia, juga mengandalkan impor dari Thailand, sehingga pasokan Innova juga terhambat," katanya.
Anjloknya penjualan pada November, kata dia, juga akibat penjualan Avanza baru belum maksimal, karena produksi baru dimulai pertengahan November. Produksi Avanza sendiri, kata dia, tidak terganggu bencana di Thailand.
"Karena itu, kami optimistis penjualan Toyota bisa lebih baik pada Desember sekitar 23 ribu - 26 ribu unit," ujar Joko.
Dengan proyeksi penjualan TAM menebus angka 310 ribu unit sampai akhir Desember 2011, lanjut Joko, maka Toyota akan menguasai sekitar 35,2 persen pasar mobil di Indonesia yang diproyeksi mencapai 880 ribu unit.
TARGET KEUNTUNGAN PERTAMINA Rp. 23,5 TRILIUN TAHUN 2012
INDONESIA PLASA
Target laba Pertamina Rp23,5 triliun pada 2012
Senin, 19 Desember 2011 23:05 WIB |
Petugas memeriksa pipa penyaluran minyak di salah satu tangki Pertamina EP Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, Kamis (28/7). Angka produksi Pertamina EP pada semester pertama 2011 mencapai 122,7 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 961,8 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan menembus profit Rp 8,2 triliun atau sekitar 59 persen dari target 2011.
... Kami akan memasuki 2012 lebih optimistis lagi... menargetkan perolehan laba bersih Rp23,5 triliun pada 2012 atau meningkat 32 persen dari perkiraan realisasi 2011 sebesar Rp20,7 triliun...
PT Pertamina (Persero) menargetkan perolehan laba bersih Rp23,5 triliun pada 2012 atau meningkat 32 persen dari perkiraan realisasi 2011 sebesar Rp20,7 triliun.
Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, usai rapat umum pemegang saham yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 di Jakarta, Senin, mengatakan, prognosa laba 2011 sebesar Rp20,7 triliun itu adalah 116,9 persen dari target Rp17,7 triliun.
"Kami akan memasuki 2012 lebih optimistis lagi," katanya.
Ia mengatakan, meskipun Pertamina mengalami kerugian dari BBM subsidi Rp640 milliar dan elpiji nonsubsidi Rp4,9 triliun, namun prognosa laba 2011 naik 23,4 persen dibandingkan 2010 Rp16,78 triliun.
Pertamina menargetkan pendapatan usaha Rp527 triliun pada 2012 atau meningkat 15,6 persen dibandingkan RKAP 2011 Rp456,5 triliun.
Karen melanjutkan, produksi migas pada 2012 direncanakan 532,7 ribu barel setara minyak per hari yang terdiri dari minyak 244 ribu barel per hari dan gas 1.672 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Target produksi minyak dan gas pada 2012 meningkat 14,5 persen dari perkiraan realisasi 2011 sebesar 465,3 ribu barel setara minyak yang berasal dari minyak 196,8 ribu barel per hari atau 103 persen dibanding 2010 dan gas 1.555 MMSCFD atau 107 persen dibanding 2010.
Sementara, produksi panas bumi 2011 akan mencapai 2.188 giga watt hour (GWH) atau 103,5 persen dibandingkan 2010. Untuk 2012, produksi panas bumi ditargetkan 2.364 GWH atau meningkat 8 persen dibandingkan 2011.
Dari bisnis hilir, Pertamina menargetkan penjualan pelumas 596.000 kiloliter pada 2012 atau meningkat 5,4 persen dibanding prognosa 2011 yang mencapai 565.430 kiloliter.
Prognosa penjualan pelumas 2011 yang meningkat 13 persen dibandingkan 2010, sebagian disumbangkan peningkatan ekspor.
Untuk penjualan BBM ritel nonsubsidi 2012 ditargetkan 1,7 juta kiloliter atau meningkat 21 persen dibandingkan prognosa 2011 sebesar 1,4 juta kiloliter.
Pencapaian penjualan BBM industri dan marine 2011 sebesar 11,8 juta kiloliter atau 103 persen dibanding tahun lalu, BBM aviasi juga meningkat 3,38 juta kiloliter atau 109 persen dari 2010.
Karen juga mengatakan, Pertamina akan berinvestasi pada 2012 sebesar Rp52,8 triliun dengan komposisi 80 persen hulu dan 20 persen hilir.
"Pendanaan investasi berasal dari internal 20 persen dan eksternal 80 persen," katanya.
Beberapa proyek utama Pertamina pada 2012 adalah pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat yang ditargetkan beroperasi April 2012 dengan kapasitas tiga juta metrik ton per tahun atau setara 400 MMSCFD dan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap yang menambah kapasitas menjadi 411.000 barel per hari.
Pertamina bersama ExxonMobil juga telah memulai pembangunan fasilitas produksi Blok Cepu yang beroperasi 2014 dengan kapasitas 165 ribu barel per hari.
Pertamina-Aramco bangun kilang di Tuban rp80 triliun
Kamis, 29 Desember 2011 16:52 WIB |
PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan perusahaan negara Arab Saudi, Saudi Aramco berencana membangun kilang berkapasitas 300.000 barel per hari di Tuban, Jatim dengan perkiraan investasi Rp80 triliun.
Direktur Pengolahan Pertamina Edi Setianto di Cilacap, Jateng, Kamis mengatakan, pada pertengahan Januari 2012, Pertamina dan Saudi Aramco akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan Kilang Tuban.
"Proyek ditargetkan beroperasi 2018," katanya.
Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah meminta agar Pertamina segera membuat kerja sama dengan Saudi Aramco.
Kilang Tuban direncanakan menghasilkan antara lain produk BBM sebesar 8,29 juta kiloliter per tahun yang terdiri dari premium 3,93 juta, solar 2,68 juta, dan avtur 1,68 juta.
Edi mengatakan, setelah MoU, Pertamina dan Aramco akan melakukan studi kelayakan yang diperkirakan selama satu tahun.
Menurut Edi, kerja sama Pertamina-Aramco di antaranya Aramco akan memasok kebutuhan minyak mentah jenis berat (sour) sebesar 250.000 barel per hari dan 50 ribu lainnya dari produsen lain.
"Dengan demikian, kami dapat komposisi harga yang bagus," katanya.
Ia juga menambahkan, kilang Tuban direncanakan terintegrasi dengan produk petrokimia, sehingga meningkatkan keekonomiannya.
Pertamina menargetkan mulai 2018 tidak lagi mengimpor BBM karena sudah mampu berswasembada bahan bakar tersebut.
Tarik tabung gas kadaluarsa
Minggu, 25 Desember 2011 12:35 WIB |
Pemerintah Provinsi Bengkulu minta Pertamina segera menarik tabung gas elpiji isi 12 kg yang sudah kadaluarsa dari masyarakat di provinsi itu.
"Kita minta secepatnya Pertamina setempat untuk menarik tabung gas kadaluarsa dan mengganti dengan tabung baru. Sebab, jika dibiarkan dapat membahayakan jiwa masyarakat," kata Asisten II Pemprov Bengkulu, Zainal Abidin, Minggu.
Ia mengatakan, pihaknya segera memanggil Kepala Depo Pertamina Bengkulu untuk membicarakan masalah tabung gas kadaluarsa yang masih beredar di masyarakat tersebut.
Sebab, jumlah tabung gas elpiji kadaluarsa itu mencapai 6.800 tabung tersebar di 10 kabupaten/kota di Bengkulu. "Kita minta masalah ini segera diatasi Pertamina karena menyangkut keselamatan masyarakat konsumen gas elpiji di daerah itu," ujarnya.
Zainal mengatakan, pihaknya mengetahui banyak tabung gas elpiji ukuran 12 kg sudah kadaluarsa setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdag) Kota Bengkulu menggelar razia ke stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) menjelang Natal pada Kamis (23/12).
Dari razia itu, terungkap hampir 80 persen tabung gas elpiji isi 12 kg yang beredar di masyarakat Bengkulu sudah kadaluarsa dan tidak dilakukan perbaikan oleh pertamina setempat.
"Masa pakai tabung gas kadaluarsa sebanyak 6.800 unit itu sejak setahun lalu, dan sampai sekarang belum dilakukan pengecek ulang dari Pertamina. Kami minta hal ini segera diatasi Pertamina Bengkulu," ujarnya.
Terkait hal tersebut, Zainal Abidin mengimbau kepada masyarakat konsumen elpiji jika mendapatkan tabung gas kondisi sudah buruk dan tidak layak pakai sebaiknya dikembalikan ke agen.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi pada masyarakat sebagai konsumen gas elpiji di daerah ini. "Jadi, kita minta jika masyarakat mengisi ulang gas 12 kg sebaiknya teliti seksama tabung gas yang diterima dan pastikan tabung itu aman," ujarnya.
Sedangkan tabung gas elpiji isi 3 kg tidak ada masalah karena kondisinya masih baru dan tidak perlu diragukan lagi. Meski demikian, masyarakat tetap waspada terhadap penggunaan gas elpiji agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan, katanya.
BUMN setujui restrukturisasi piutang Pertamina di TPPI
Jumat, 23 Desember 2011 20:17 WIB |
Kementerian BUMN telah memberi persetujuan restrukturisasi piutang PT Pertamina (Persero) di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Persetujuan tersebut tercantum dalam Surat Kementerian BUMN Nomor S-399/MBU.2/2011 tertanggal 20 Desember 2011 yang diperoleh di Jakarta, Jumat.
Surat ditandatangani Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN Irnanda Laksanawan yang mengatasnamakan Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan tujuan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.
Sebagai tembusan surat adalah Menteri BUMN, Wakil Menteri BUMN, Sekretaris Kementerian BUMN, dan Dewan Komisaris Pertamina.
Surat tersebut merupakan balasan atas Surat Dirut Pertamina No 773/C00000/2011-S0 tertanggal 16 Desember 2011 yang memohon persetujuan restrukturisasi.
Selain itu, surat juga memperhatikan Memorandum Dewan Komisaris Pertamina Nomor 787/K/DK/2011 tertanggal 15 Desember 2011, Anggaran Dasar Perseroan Pasal 11 Ayat 10 Butir C, dan Keputusan Menteri BUMN No KEP-236/MBU/2011 tanggal 15 November 2011.
"Dengan ini kami sampaikan bahwa kami dapat memberikan persetujuan kepada Saudara untuk menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) dalam rangka penyelesaian piutang Pertamina di TPPI," sebut Irnanda dalam suratnya.
Namun demikian, sebutnya lagi, MRA tersebut hanya dapat dinyatakan efektif berlaku setelah mendapatkan rekomendasi dari Jaksa Pengacara Negara dan berdasarkan hasil rekonsialiasi piutang yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pengamat energi dari ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mempertanyakan, persetujuan MRA kepada Pertamina yang hanya dilakukan Deputi Kementerian BUMN.
"Idealnya adalah Menteri BUMN," katanya.
Meski, ia menilai, skema MRA sudah cukup memadai bagi keduanya.
"Untuk skema saya kira opsi terbaik yang dapat dilaksanakan saat ini," katanya.
Menurut Komaidi, persetujuan yang bernilai triliunan dan strategis seperti halnya MRA TPPI tersebut semestinya langsung dilakukan Menteri BUMN.
Meskipun, lanjutnya, keputusan tersebut sudah sesuai prosedur internal Kementerian BUMN, tetap semestinya melalui persetujuan pemimpin tertinggi.
"Karenanya, perlu penjelasan kepada publik agar tidak ada salah paham terkait langkah tersebut," ujarnya.
Komaidi juga menambahkan, sejak awal, permasalahan TPPI tidak hanya bisnis semata.
"Kasus ini cenderung jauh dari logika bisnis," ujarnya.
Pada Jumat ini, dilakukan penandatanganan dokumen Master of Restructuring Agreement (MRA) antara TPPI dengan PT Pertamina (Persero), Menteri Keuangan cq PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
MRA merupakan payung restrukturisasi utang induk usaha TPPI, PT Tuban Petrochemical Industries, yang akan memperoleh pendanaan dari Deutsche Bank.
Skema MRA-nya berupa pembayaran tunai dengan nilai 400 juta dolar dan Rp1 triliun.
Nilai utang TPPI itu terdiri dari sebagian tagihan PPA berupa Multi Year Bond (MYB) sekitar Rp1 triliun, sebagian tagihan Pertamina 300 juta dolar dan sebagian tagihan BP Migas 100 juta dolar.
Sisa tagihan Pertamina akan diselesaikan dengan instrumen standby letter of credit (SLBC) pada saat closing date, serta skema jual beli mogas untuk tagihan open account (OA).
Sedangkan, sisa tagihan BP Migas akan diselesaikan dengan instrumen SBLC dan sisa tagihan PPA tetap seperti semula yakni MYB yang diselesaikan dengan operasional "cash flow" dari PT Petro Oxo Nusantara dan PT Polytama Propindo.
Skema MRA dengan Pertamina adalah piutang "product delivery instrument" (PDI) atau "delayed payment notes" (DPN) akan dilunasi seluruhnya yakni pokok dan bunga senilai 400 juta dolar AS.
Caranya, pembayaran secara tunai senilai 300 juta dolar AS dan sisanya SBLC 100 juta dolar yang diterbitkan pada saat "closing date" MRA.
Untuk piutang OA senilai 183 juta dolar, pembayaran dilakukan dengan "letter of credit" (L/C) yang terdiri dari L/C pertama 60 juta dolar dengan jadwal pembayaran selama lima tahun pertama yang diterbitkan saat "closing" MRA sebesar 100 juta dolar dan L/C kedua sebesar sisa "outstanding" OA beserta bunganya untuk lima tahun kedua yang diterbitkan sebelum akhir tahun kelima.
Apabila L/C kedua tidak terbit, maka Pertamina masih mempunyai jaminan pembayaran OA melalui "offsetting" dengan pembayaran atas pembelian mogas dan "offsetting" dengan pembayaran atas pembelian produk lain, dan eksekusi jaminan saham milik Honggo Wendratmo atau PT Sila Kencana Lestari di PT Tuban Petrochemical Industries.
Presiden dijadwalkan kunjungi Pertamina Cilacap
Jumat, 23 Desember 2011 18:47 WIB |
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan mengunjungi Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, pada 28 Desember 2011.
"Dalam kunjungan tersebut, Presiden SBY akan menghadiri groundbreaking atau pemancangan tiang pertama proyek pembangunan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC)," kata Public Relation Section Head Pertamina RU IV Cilacap Ruseno di Cilacap, Kamis.
Ia mengatakan, proyek itu akan digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan Goldstar Co Ltd.
Selain mengunjungi Pertamina RU IV Cilacap, kata dia, Presiden SBY juga melakukan temu tani dan nelayan.
"Untuk sementara rencana kunjungan tersebut pada 28 Desember, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden," kata dia.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Cilacap Taryo membenarkan rencana kegiatan temu tani dan nelayan dalam rangkaian kunjungan Presiden SBY ke Cilacap.
"Namun untuk rencana kegiatan temu tani dan nelayan tersebut, hingga saat ini masih dirapatkan," katanya.
Informasi yang dihimpun, Presiden SBY akan mengunjungi Cilacap pada 28-29 Desember 2011.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden akan menghadiri pemancangan tiang pertama pada proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) kilang RFCC di Pertamina RU IV Cilacap.
Pembangunan kilang senilai 931,48 juta dolar AS atau delapan triliun rupiah tersebut akan dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan Goldstar Co Ltd yang ditunjuk Pertamina setelah konsorsium Adhi-Goldstar itu secara resmi memenangkan tender pada 12 September 2011.
RFCC merupakan proyek kilang (refinery) Pertamina Cilacap dengan kapasitas 62 ribu BPS menggunakan Technology Licensor UOP dan AXENS.
Proyek itu dijadwalkan selesai (operational acceptance) dan diserahterimakan dalam waktu 39 Bulan.
Dengan beroperasinya RFCC Plant itu, Pertamina akan bisa melakukan banyak penghematan dalam pengoperasian kilangnya, sehingga dapat menghemat pengeluaran negara yang salah satunya adalah penghematan subsidi bahan bakar minyak.
Target laba Pertamina Rp23,5 triliun pada 2012
Senin, 19 Desember 2011 23:05 WIB |
Petugas memeriksa pipa penyaluran minyak di salah satu tangki Pertamina EP Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, Kamis (28/7). Angka produksi Pertamina EP pada semester pertama 2011 mencapai 122,7 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan produksi gas mencapai 961,8 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan menembus profit Rp 8,2 triliun atau sekitar 59 persen dari target 2011.
... Kami akan memasuki 2012 lebih optimistis lagi... menargetkan perolehan laba bersih Rp23,5 triliun pada 2012 atau meningkat 32 persen dari perkiraan realisasi 2011 sebesar Rp20,7 triliun...
PT Pertamina (Persero) menargetkan perolehan laba bersih Rp23,5 triliun pada 2012 atau meningkat 32 persen dari perkiraan realisasi 2011 sebesar Rp20,7 triliun.
Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, usai rapat umum pemegang saham yang membahas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 di Jakarta, Senin, mengatakan, prognosa laba 2011 sebesar Rp20,7 triliun itu adalah 116,9 persen dari target Rp17,7 triliun.
"Kami akan memasuki 2012 lebih optimistis lagi," katanya.
Ia mengatakan, meskipun Pertamina mengalami kerugian dari BBM subsidi Rp640 milliar dan elpiji nonsubsidi Rp4,9 triliun, namun prognosa laba 2011 naik 23,4 persen dibandingkan 2010 Rp16,78 triliun.
Pertamina menargetkan pendapatan usaha Rp527 triliun pada 2012 atau meningkat 15,6 persen dibandingkan RKAP 2011 Rp456,5 triliun.
Karen melanjutkan, produksi migas pada 2012 direncanakan 532,7 ribu barel setara minyak per hari yang terdiri dari minyak 244 ribu barel per hari dan gas 1.672 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Target produksi minyak dan gas pada 2012 meningkat 14,5 persen dari perkiraan realisasi 2011 sebesar 465,3 ribu barel setara minyak yang berasal dari minyak 196,8 ribu barel per hari atau 103 persen dibanding 2010 dan gas 1.555 MMSCFD atau 107 persen dibanding 2010.
Sementara, produksi panas bumi 2011 akan mencapai 2.188 giga watt hour (GWH) atau 103,5 persen dibandingkan 2010. Untuk 2012, produksi panas bumi ditargetkan 2.364 GWH atau meningkat 8 persen dibandingkan 2011.
Dari bisnis hilir, Pertamina menargetkan penjualan pelumas 596.000 kiloliter pada 2012 atau meningkat 5,4 persen dibanding prognosa 2011 yang mencapai 565.430 kiloliter.
Prognosa penjualan pelumas 2011 yang meningkat 13 persen dibandingkan 2010, sebagian disumbangkan peningkatan ekspor.
Untuk penjualan BBM ritel nonsubsidi 2012 ditargetkan 1,7 juta kiloliter atau meningkat 21 persen dibandingkan prognosa 2011 sebesar 1,4 juta kiloliter.
Pencapaian penjualan BBM industri dan marine 2011 sebesar 11,8 juta kiloliter atau 103 persen dibanding tahun lalu, BBM aviasi juga meningkat 3,38 juta kiloliter atau 109 persen dari 2010.
Karen juga mengatakan, Pertamina akan berinvestasi pada 2012 sebesar Rp52,8 triliun dengan komposisi 80 persen hulu dan 20 persen hilir.
"Pendanaan investasi berasal dari internal 20 persen dan eksternal 80 persen," katanya.
Beberapa proyek utama Pertamina pada 2012 adalah pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat yang ditargetkan beroperasi April 2012 dengan kapasitas tiga juta metrik ton per tahun atau setara 400 MMSCFD dan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Cilacap yang menambah kapasitas menjadi 411.000 barel per hari.
Pertamina bersama ExxonMobil juga telah memulai pembangunan fasilitas produksi Blok Cepu yang beroperasi 2014 dengan kapasitas 165 ribu barel per hari.
Pertamina-Aramco bangun kilang di Tuban rp80 triliun
Kamis, 29 Desember 2011 16:52 WIB |
PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan perusahaan negara Arab Saudi, Saudi Aramco berencana membangun kilang berkapasitas 300.000 barel per hari di Tuban, Jatim dengan perkiraan investasi Rp80 triliun.
Direktur Pengolahan Pertamina Edi Setianto di Cilacap, Jateng, Kamis mengatakan, pada pertengahan Januari 2012, Pertamina dan Saudi Aramco akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan Kilang Tuban.
"Proyek ditargetkan beroperasi 2018," katanya.
Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah meminta agar Pertamina segera membuat kerja sama dengan Saudi Aramco.
Kilang Tuban direncanakan menghasilkan antara lain produk BBM sebesar 8,29 juta kiloliter per tahun yang terdiri dari premium 3,93 juta, solar 2,68 juta, dan avtur 1,68 juta.
Edi mengatakan, setelah MoU, Pertamina dan Aramco akan melakukan studi kelayakan yang diperkirakan selama satu tahun.
Menurut Edi, kerja sama Pertamina-Aramco di antaranya Aramco akan memasok kebutuhan minyak mentah jenis berat (sour) sebesar 250.000 barel per hari dan 50 ribu lainnya dari produsen lain.
"Dengan demikian, kami dapat komposisi harga yang bagus," katanya.
Ia juga menambahkan, kilang Tuban direncanakan terintegrasi dengan produk petrokimia, sehingga meningkatkan keekonomiannya.
Pertamina menargetkan mulai 2018 tidak lagi mengimpor BBM karena sudah mampu berswasembada bahan bakar tersebut.
Tarik tabung gas kadaluarsa
Minggu, 25 Desember 2011 12:35 WIB |
Pemerintah Provinsi Bengkulu minta Pertamina segera menarik tabung gas elpiji isi 12 kg yang sudah kadaluarsa dari masyarakat di provinsi itu.
"Kita minta secepatnya Pertamina setempat untuk menarik tabung gas kadaluarsa dan mengganti dengan tabung baru. Sebab, jika dibiarkan dapat membahayakan jiwa masyarakat," kata Asisten II Pemprov Bengkulu, Zainal Abidin, Minggu.
Ia mengatakan, pihaknya segera memanggil Kepala Depo Pertamina Bengkulu untuk membicarakan masalah tabung gas kadaluarsa yang masih beredar di masyarakat tersebut.
Sebab, jumlah tabung gas elpiji kadaluarsa itu mencapai 6.800 tabung tersebar di 10 kabupaten/kota di Bengkulu. "Kita minta masalah ini segera diatasi Pertamina karena menyangkut keselamatan masyarakat konsumen gas elpiji di daerah itu," ujarnya.
Zainal mengatakan, pihaknya mengetahui banyak tabung gas elpiji ukuran 12 kg sudah kadaluarsa setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdag) Kota Bengkulu menggelar razia ke stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) menjelang Natal pada Kamis (23/12).
Dari razia itu, terungkap hampir 80 persen tabung gas elpiji isi 12 kg yang beredar di masyarakat Bengkulu sudah kadaluarsa dan tidak dilakukan perbaikan oleh pertamina setempat.
"Masa pakai tabung gas kadaluarsa sebanyak 6.800 unit itu sejak setahun lalu, dan sampai sekarang belum dilakukan pengecek ulang dari Pertamina. Kami minta hal ini segera diatasi Pertamina Bengkulu," ujarnya.
Terkait hal tersebut, Zainal Abidin mengimbau kepada masyarakat konsumen elpiji jika mendapatkan tabung gas kondisi sudah buruk dan tidak layak pakai sebaiknya dikembalikan ke agen.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi pada masyarakat sebagai konsumen gas elpiji di daerah ini. "Jadi, kita minta jika masyarakat mengisi ulang gas 12 kg sebaiknya teliti seksama tabung gas yang diterima dan pastikan tabung itu aman," ujarnya.
Sedangkan tabung gas elpiji isi 3 kg tidak ada masalah karena kondisinya masih baru dan tidak perlu diragukan lagi. Meski demikian, masyarakat tetap waspada terhadap penggunaan gas elpiji agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan, katanya.
BUMN setujui restrukturisasi piutang Pertamina di TPPI
Jumat, 23 Desember 2011 20:17 WIB |
Kementerian BUMN telah memberi persetujuan restrukturisasi piutang PT Pertamina (Persero) di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).
Persetujuan tersebut tercantum dalam Surat Kementerian BUMN Nomor S-399/MBU.2/2011 tertanggal 20 Desember 2011 yang diperoleh di Jakarta, Jumat.
Surat ditandatangani Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN Irnanda Laksanawan yang mengatasnamakan Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan tujuan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.
Sebagai tembusan surat adalah Menteri BUMN, Wakil Menteri BUMN, Sekretaris Kementerian BUMN, dan Dewan Komisaris Pertamina.
Surat tersebut merupakan balasan atas Surat Dirut Pertamina No 773/C00000/2011-S0 tertanggal 16 Desember 2011 yang memohon persetujuan restrukturisasi.
Selain itu, surat juga memperhatikan Memorandum Dewan Komisaris Pertamina Nomor 787/K/DK/2011 tertanggal 15 Desember 2011, Anggaran Dasar Perseroan Pasal 11 Ayat 10 Butir C, dan Keputusan Menteri BUMN No KEP-236/MBU/2011 tanggal 15 November 2011.
"Dengan ini kami sampaikan bahwa kami dapat memberikan persetujuan kepada Saudara untuk menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) dalam rangka penyelesaian piutang Pertamina di TPPI," sebut Irnanda dalam suratnya.
Namun demikian, sebutnya lagi, MRA tersebut hanya dapat dinyatakan efektif berlaku setelah mendapatkan rekomendasi dari Jaksa Pengacara Negara dan berdasarkan hasil rekonsialiasi piutang yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pengamat energi dari ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro mempertanyakan, persetujuan MRA kepada Pertamina yang hanya dilakukan Deputi Kementerian BUMN.
"Idealnya adalah Menteri BUMN," katanya.
Meski, ia menilai, skema MRA sudah cukup memadai bagi keduanya.
"Untuk skema saya kira opsi terbaik yang dapat dilaksanakan saat ini," katanya.
Menurut Komaidi, persetujuan yang bernilai triliunan dan strategis seperti halnya MRA TPPI tersebut semestinya langsung dilakukan Menteri BUMN.
Meskipun, lanjutnya, keputusan tersebut sudah sesuai prosedur internal Kementerian BUMN, tetap semestinya melalui persetujuan pemimpin tertinggi.
"Karenanya, perlu penjelasan kepada publik agar tidak ada salah paham terkait langkah tersebut," ujarnya.
Komaidi juga menambahkan, sejak awal, permasalahan TPPI tidak hanya bisnis semata.
"Kasus ini cenderung jauh dari logika bisnis," ujarnya.
Pada Jumat ini, dilakukan penandatanganan dokumen Master of Restructuring Agreement (MRA) antara TPPI dengan PT Pertamina (Persero), Menteri Keuangan cq PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
MRA merupakan payung restrukturisasi utang induk usaha TPPI, PT Tuban Petrochemical Industries, yang akan memperoleh pendanaan dari Deutsche Bank.
Skema MRA-nya berupa pembayaran tunai dengan nilai 400 juta dolar dan Rp1 triliun.
Nilai utang TPPI itu terdiri dari sebagian tagihan PPA berupa Multi Year Bond (MYB) sekitar Rp1 triliun, sebagian tagihan Pertamina 300 juta dolar dan sebagian tagihan BP Migas 100 juta dolar.
Sisa tagihan Pertamina akan diselesaikan dengan instrumen standby letter of credit (SLBC) pada saat closing date, serta skema jual beli mogas untuk tagihan open account (OA).
Sedangkan, sisa tagihan BP Migas akan diselesaikan dengan instrumen SBLC dan sisa tagihan PPA tetap seperti semula yakni MYB yang diselesaikan dengan operasional "cash flow" dari PT Petro Oxo Nusantara dan PT Polytama Propindo.
Skema MRA dengan Pertamina adalah piutang "product delivery instrument" (PDI) atau "delayed payment notes" (DPN) akan dilunasi seluruhnya yakni pokok dan bunga senilai 400 juta dolar AS.
Caranya, pembayaran secara tunai senilai 300 juta dolar AS dan sisanya SBLC 100 juta dolar yang diterbitkan pada saat "closing date" MRA.
Untuk piutang OA senilai 183 juta dolar, pembayaran dilakukan dengan "letter of credit" (L/C) yang terdiri dari L/C pertama 60 juta dolar dengan jadwal pembayaran selama lima tahun pertama yang diterbitkan saat "closing" MRA sebesar 100 juta dolar dan L/C kedua sebesar sisa "outstanding" OA beserta bunganya untuk lima tahun kedua yang diterbitkan sebelum akhir tahun kelima.
Apabila L/C kedua tidak terbit, maka Pertamina masih mempunyai jaminan pembayaran OA melalui "offsetting" dengan pembayaran atas pembelian mogas dan "offsetting" dengan pembayaran atas pembelian produk lain, dan eksekusi jaminan saham milik Honggo Wendratmo atau PT Sila Kencana Lestari di PT Tuban Petrochemical Industries.
Presiden dijadwalkan kunjungi Pertamina Cilacap
Jumat, 23 Desember 2011 18:47 WIB |
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan mengunjungi Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, pada 28 Desember 2011.
"Dalam kunjungan tersebut, Presiden SBY akan menghadiri groundbreaking atau pemancangan tiang pertama proyek pembangunan kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC)," kata Public Relation Section Head Pertamina RU IV Cilacap Ruseno di Cilacap, Kamis.
Ia mengatakan, proyek itu akan digarap oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan Goldstar Co Ltd.
Selain mengunjungi Pertamina RU IV Cilacap, kata dia, Presiden SBY juga melakukan temu tani dan nelayan.
"Untuk sementara rencana kunjungan tersebut pada 28 Desember, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden," kata dia.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Cilacap Taryo membenarkan rencana kegiatan temu tani dan nelayan dalam rangkaian kunjungan Presiden SBY ke Cilacap.
"Namun untuk rencana kegiatan temu tani dan nelayan tersebut, hingga saat ini masih dirapatkan," katanya.
Informasi yang dihimpun, Presiden SBY akan mengunjungi Cilacap pada 28-29 Desember 2011.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden akan menghadiri pemancangan tiang pertama pada proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) kilang RFCC di Pertamina RU IV Cilacap.
Pembangunan kilang senilai 931,48 juta dolar AS atau delapan triliun rupiah tersebut akan dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk bekerja sama dengan Goldstar Co Ltd yang ditunjuk Pertamina setelah konsorsium Adhi-Goldstar itu secara resmi memenangkan tender pada 12 September 2011.
RFCC merupakan proyek kilang (refinery) Pertamina Cilacap dengan kapasitas 62 ribu BPS menggunakan Technology Licensor UOP dan AXENS.
Proyek itu dijadwalkan selesai (operational acceptance) dan diserahterimakan dalam waktu 39 Bulan.
Dengan beroperasinya RFCC Plant itu, Pertamina akan bisa melakukan banyak penghematan dalam pengoperasian kilangnya, sehingga dapat menghemat pengeluaran negara yang salah satunya adalah penghematan subsidi bahan bakar minyak.
RAHASIA DI BALIK ORANG ORANG SUKSES DUNIA
INDONESIA PLASA
Rahasia Dibalik Orang Sukses
Apakah Kamu Ingin Melanjutkan ke halaman Website Untuk Mengetahui Lebih Lanjut?
Yes No
Bisnis bukan saja dituntut perlu stamina tangguh, juga tak cukup memiliki jumlah armada besar, tapi yang terpenting dalam bisnis adalah strategi dan action plan yang akurat, tentang bagaimana cara menaklukkan medan gravitasi tersebut dan tetap bertah
Sukses memiliki sejuta definisi, tak ada satu pun kita yang bisa menjelaskan secara sempurna. Namun sukses memiliki ciri fisik yang semua orang setuju untuk mengakuinya. Apa misalnya ? Orang sukses itu memiliki pribadi yang bahagia, memiliki banyak prestasi, bisnis yang sukses atau kepemilikan aset dalam jumlah sangat besar.
Apakah itu sukses ? Mungkin ya mungkin juga tidak. Seperti di awal, bahwa definisi sukses bisa jadi berbeda antara satu dengan yang lain. Tapi apapun itu, sukses bagi semua orang adalah terpenuhinya semua keinginan, dan keinginan setiap orang adalah berbeda.
Bicara sukses dari kacamata ActionCOACH adalah bisnis yang bisa berjalan TANPA ANDA yang tetap menghasilkan, berkembang serta bisa diwariskan secara turun temurun. Itu kesuksesan yang ActionCOACH gambarkan untuk semua pemilik bisnis.
Sukses adalah mencapai sesuatu impian. Sebagai pemilik bisnis, tentu impian antara satu pengusaha dengan pengusaha lainnya relatif sama. Jika anda sudah punya bisnis, tentu Anda ingin bisnis Anda itu sukses mencetak profit.
Setelah profit mulai mengalir, timbul keinginan lain, bagaimana jika bisnis bisa berjalan tanpa Anda. Dan setelah itu tercapai lagi, kesuksesan Anda lainnya adalah bagaimana bisa berkembang dari waktu ke waktu. Saya yakin, semua pemilik bisnis punya impian seperti itu.
Jika kesuksesan adalah memiliki bisnis sendiri yang selalu menghasilkan profit berlimpah, bisa berjalan secara otomatis dan terus berkembang melalui replikasi sistem yang bagus, maka tak salah jika ActionCOACH memiliki definisi sukses tentang bisnis yang sama dengan pemilik bisnis mana pun, bahkan di dunia ini.
Jika kita perhatikan, betapa banyak pemilik bisnis yang merasa terjebak bahkan terkunci dalam bisnis. Mereka pada awalnya merasa sukses membangun bisnis, lalu setelah bisnis berdiri, muncul masalah baru, bagaimana membangun bisnis yang memiliki sistem bagus, tim yang solid serta produk atau servis yang selalu dibutuhkan banyak orang. Di titik ini, kesuksesan bagi pemilik bisnis amat sulit diraih.
Mengapa banyak pemilik bisnis yang merasa sangat sulit lepas dari tarikan gravitasi di bisnisnya ? Ibarat pesawat ulang alik yang berusaha ingin lepas dari gravitasi bumi, tahap awal adalah persoalan hidup dan mati. Dan pada titik tertentu, pesawat bisa melewati ambang perbatasan antara medan gravitasi dengan luar angkasa. Dan di atas medan energi itu posisi pesawat sudah melayang.
Bisnis identik dengan ilustrasi kapal ulang alik. Berapa banyak bisnis yang terbakar sebelum mencapai perbatasan antara luar angkasa dengan dalam angkasa. Dan faktor utamanya adalah daya dorong roket yang kurang cukup besar.
Bisnis bukan saja dituntut perlu stamina tangguh, juga tak cukup memiliki jumlah armada besar, tapi yang terpenting dalam bisnis adalah strategi dan action plan yang akurat, tentang bagaimana cara menaklukkan medan gravitasi tersebut dan tetap bertahan hingga di atas garis luar angkasa.
ActionCOACH melihat, bisnis itu sederhana tapi tidak mudah. Sederhana karena Brad Sugars sudah memiliki pola jelas tentang bagaimana membangun bisnis. Ia juga sudah sangat fasih bagaimana men-setting sistem bisnis, men-set up team ( karyawan ) dan segala infrastruktur yang diperlukan untuk menciptakan bisnis yang auto pilot. Tapi Brad Sugars mengatakan, ini tidak mudah.
Diperlukan banyak sekali pemikiran, pengetahuan dan juga praktik yang terus menerus untuk bisa sampai menembus luar angkasa, menaklukkan daya gravitasi.
Formula Sukses Membangun Bisnis
Brad Sugars, kembali merangkum konsep bisnis sukses, bahwa bisnis adalah sederhana tapi tak mudah. Konsep kesuksesan ActionCOACH adalah BE X DO = HAVE.
Pada beberapa edisi lalu, kami sudah membahas konsep ini, namun untuk lebih menyempurnakan persepsi dari para pembaca, kembali kami kupas kembali. Sebetulnya seperti apa konsep BE X DO = HAVE ini ?
Bahasa sederhananya konsep ini lebih ke arah pemikiran, perbuatan dan hasil. Jika Anda ingin sukses, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah berpikirlah sebagaimana orang sukses. Dan dengan pola pikir seperti itu, Anda akan lebih mudah berperilaku seperti orang sukses yang pada akhirnya Anda akan mengambil suatu keputusan seperti orang sukses, dan itu akan membawakan hasil sukses.
BE X DO = HAVE, perhatikan pola energi yang terjadi. Jika kita ingin sukses, maka keinginan ada di level HAVE. Sebagian besar orang, mulai melakukan hal-hal yang bersifat DO, artinya, setelah impian itu datang, mereka langsung secara emosional meraih impian itu. Namun pada akhirnya, mereka kembali ke habitat lama, yaitu menjadi orang yang tidak sukses.
Kebiasaan lamanya akan kembali diulang dan akan menguasai seluruh kekuatan diri kita. Tak heran, berapa banyak pemilik bisnis yang setelah memiliki visi dan misi, akhirnya akan cepat melupakan mereka punya cita-cita.
Pola yang dianjurkan ActionCOACH adalah dimulai dari BE atau pola pikir dulu, bukan tindakan dulu, lalu dari pola pikir, kita mulai menjiwai apa yang kita impikan itu, dan dengan mindset yang kuat itu akhirnya akan melahirkan berbagai keputusan-keputusan tepat yang akan membawa Anda ke level keberhasilan yang lebih permanen.
Jika Anda ingin memiliki Buku Instant Cashflow Indonesia, dan sudah memiliki bisnis sendiri, silakan hubungi Portal antaranews.com untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin tahu tentang ActionCOACH, silakan hubungi : 021-290 366 30 untuk informasi lebih lanjut.
Buku ini akan menjelaskan kepada Anda bagaimana seharusnya berpikir entrepreneur dan menerapkan berbagai strategi yang sudah teruji di banyak negara. Jika pemikiran sukses Anda sudah Anda stel, pasti ada tindkkan yang real untuk berlangganan dan bertindak ke arah yang Anda inginkan. Selamat menerapkan formula sukses Brad Sugars ini. Salam fantastik !
Anda Bekerja Keras Karena Bisnis Anda Tidak Bekerja
Bisnis sama seperti mobil. Pertanyaannya bukan siapa yang mengendarai mobil tapi sebaik apa kualitas mobil tersebut. Begitu banyak pertanyaan yang datang ke ActionCOACH tentang bisnis RUNS WITHOUT YOU, dan mereka berkeyakinan kuat bahwa konsep itu salah besar.
Sebagaimana layaknya mobil, bisnis juga memerlukan seperangkat ilmu dan juga ketrampilan yang BENAR. Bisa kita bayangkan jika kita merakit mesin mobil dengan ilmu kita sendiri, tanpa bertanya pada ahlinya, apa yang terjadi dengan mobil itu ?
Mungkinkah mobil yang kita rakit sendiri itu bisa berjalan?
Menempuh jarak 1 meter saja sudah bagus, umumnya mobil yang dikerjakan oleh bukan ahlinya, tak berhasil berjalan. Apalagi bermimpi dengan mobil itu kita bisa sampai tujuan. Bagai pungguk merindukan bulan.
Bisnis sama seperti mobil. Jika ActionCOACH memiliki keahlian merakit bisnis yang bisa berjalan tanpa keterlibatan pemilik bisnis di dalamnya, ini adalah persoalan WHAT bukan WHO. ActionCOACH bisa diibaratkan ahli merakit mesin mobil. Ketika mesin mobil bisnis Anda sudah layak JALAN, kini pertanyaannya bukan APA tapi SIAPA yang mengendarai mobil bisnis Anda ?
Skenario ini bisa kita balik. Anda sebagai pemilik bisnis sangat frustasi dengan kondisi bisnis Anda, dan Anda langsung makin kesal jika melihat ada beberapa pengusaha yang bisnisnya bisa berjalan tanpa keterlibatan mereka. Padahal, inti permasalahannya adalah sistem bisnis seperti apa yang ada dalam bisnis Anda dan bukan siapa yang mengendalikan bisnis itu.
Tujuan semua pengusaha di dunia ini adalah sama, yaitu memiliki bisnis yang bisa berkembang, menguntungkan dan bisa ditinggal dalam waktu lama. Dan konsep itulah yang ActionCOACH proklamirkan kepada semua pengusaha di seluruh dunia.
Kini Anda tahu permasalahan utama dalam bisnis, yaitu bagaimana cara merakit sistem bisnis yang BENAR, dan ketika sistem itu sudah tercipta, maka pilihan ada di tangan Anda, apakah Anda sendiri yang akan membawa bisnis ini atau sewa seorang general manager. Dan bisnis tetap bisa berjalan hingga sampai tujuan.
Anda Bekerja Keras Karena Bisnis Anda Tidak Bekerja
Seorang klien kami bertanya pada seorang coach, “Saya sudah berbisnis selama 10 tahun, tapi mengapa seperti jalan di tempat?”
Apa jawaban seorang coach ? “Anda tidak pernah berbisnis selama 10 tahun, Anda hanya berbisnis 1 tahun yang diulang sebanyak 10 kali“
Pada umumnya, bisnis yang kita jalankan tanpa konsep dan sistem yang benar. Tak heran, selama 10 tahun bisnisnya tak ada kemajuan. Mobilnya mogok atau jalan di tempat selama 10 tahun, dan mereka merasa sudah berpuluh kilometer, padahal masih di tempat yang sama.
Jika kita sebagai pemilik bisnis, sudah bertahun-tahun menekuni bisnis tapi tak ada kemajuan, coba lihat lagi, apakah mesin di bisnis Anda sudah benar Anda rakit ? Jangan-jangan Anda seperti menaiki mobil mogok, mesin tetap hidup tapi tak bisa berjalan.
Anda merasa keras bekerja di bisnis, karena bisnis Anda tidak bekerja. Ini adalah kebenaran yang tak terbantahkan. Berapa banyak pengusaha terjebak dalam bisnis karena tak tahu cara bagaimana membangun bisnis.
ActionCOACH sangat tegas menekankan pentingnya MEMBANGUN BISNIS bukan MENJALANKAN BISNIS.
Jika menjalankan bisnis, Anda seperti orang berjalan-jalan, tak tahu arah dan tujuannya hanya kesenangan. Tak heran setiap hari hanya melakukan AKTIFITAS bukan PRODUKTIVITAS. Beda dengan membangun bisnis.
Membangun bisnis sama seperti membangun RUMAH. Ada rencana yang sangat jelas tentang bangunan rumah ini akan seperti apa (big picture). Membangun rumah juga memiliki action plan yang jelas setelah ada konsep dan tekad kuat. Dan pada akhirnya, membangun rumah memiliki DEADLINE kapan rumah selesai dibangun .
Bisa kita bayangkan, berapa puluh tahun bisnis dijalankan tapi masih belum bisa ditinggal? Mengapa ini terjadi? Jawabnya, karena pemilik bisnis masih punya mindset MENJALANKAN BISNIS bukan MEMBANGUN BISNIS. Tak heran, jika bisnis tak punya deadline kapan selesai dibangun, tak ada pondasi yang kokoh dan tak ada sistem bisnis yang BENAR.
Jadi, jangan salahkan siapa-siapa jika usia bisnis sudah 10 tahun tapi masih jalan di tempat, coba cek lagi sistem bisnis Anda, apakah sudah layak jalan ? Jika pembaca ingin lebih tahu lagi bagaimana ActionCOACH bisa membantu bisnis Anda, segera kirim email ke jakarta@actioncoach.com atau hubungi kami di (021) 290 366 28.
Wali Kota Mataram Luncurkan Program Wirausaha Baru
Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, H. Ahyar Abduh, Rabu, meluncurkan program Wirausaha Baru, sebagai salah satu upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah perkotaan.
Peluncuran program wirausaha baru yang digelar di halaman kantor Wali Kota Mataram, dihadiri oleh Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Rosyadi Sayuti, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) NTB, H. M. Rusdi, Ketua DPRD Kota Mataram, H. M. Zaini dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Hj. Rabiyatul Adawiyah M Zainul Majdi.
Menurut Ahyar, program wirausaha baru merupakan sinergi antara Pemerintah Kota Mataram dengan Pemerintah Provinsi NTB yang mentargetkan penciptaan 100 ribu wirausaha baru hingga 2013.
Ia berharap wirausaha baru yang akan muncul berasal dari kelompok-kelompok masyarakat kecil yang memiliki motivasi untuk menjadi seorang pengusaha sukses.
Ahyar juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram yang mencapai 8,7 persen dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi yang dilakukan ribuan pelaku usaha mikro.
"Laju pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram, tidak hanya paling tinggi di NTB, tetapi juga paling tinggi di Indonesia. Dan saya yakin yang paling berkontribusi adalah ribuan pengusaha kecil," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kota Mataram, untuk menyisihkan dana "Corporate Social Responsibility" (CSR) untuk membantu permodalan para pelaku usaha kecil.
Selain itu, Ahyar juga meminta jajarannya untuk melakukan melakukan identifikasi terhadap jenis-jenis usaha ekonomi produktif di setiap kelurahan yang berpotensi untuk dibina.
"Kami juga sudah membentuk sebuah wadah ekonomi yang bernama `Mataram Micro Bussines Centre` (M2BC) yang diharapkan menjadi lembaga yang bisa memfasilitasi dalam hal pembinaan kelompok usaha kecil dan pemasaran produk," ujarnya.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Martawang, menyebutkan, jumlah wirausaha baru yang akan dibentuk di Kota Mataram hingga 2013 mendatang sebanyak 10.000 wirausaha baru.
Untuk tahun 2011, kata dia, jumlah wirausaha baru yang akan dicetak sebanyak 500 orang yang tersebar di 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram.
"Kami sudah menyediakan dana untuk program wirausaha baru pada 2011 sebesar Rp500 juta. Masing-masing kelurahan akan memperoleh dana sebesar Rp10 juta," ujarnya.
Rahasia Dibalik Orang Sukses
Apakah Kamu Ingin Melanjutkan ke halaman Website Untuk Mengetahui Lebih Lanjut?
Yes No
Bisnis bukan saja dituntut perlu stamina tangguh, juga tak cukup memiliki jumlah armada besar, tapi yang terpenting dalam bisnis adalah strategi dan action plan yang akurat, tentang bagaimana cara menaklukkan medan gravitasi tersebut dan tetap bertah
Sukses memiliki sejuta definisi, tak ada satu pun kita yang bisa menjelaskan secara sempurna. Namun sukses memiliki ciri fisik yang semua orang setuju untuk mengakuinya. Apa misalnya ? Orang sukses itu memiliki pribadi yang bahagia, memiliki banyak prestasi, bisnis yang sukses atau kepemilikan aset dalam jumlah sangat besar.
Apakah itu sukses ? Mungkin ya mungkin juga tidak. Seperti di awal, bahwa definisi sukses bisa jadi berbeda antara satu dengan yang lain. Tapi apapun itu, sukses bagi semua orang adalah terpenuhinya semua keinginan, dan keinginan setiap orang adalah berbeda.
Bicara sukses dari kacamata ActionCOACH adalah bisnis yang bisa berjalan TANPA ANDA yang tetap menghasilkan, berkembang serta bisa diwariskan secara turun temurun. Itu kesuksesan yang ActionCOACH gambarkan untuk semua pemilik bisnis.
Sukses adalah mencapai sesuatu impian. Sebagai pemilik bisnis, tentu impian antara satu pengusaha dengan pengusaha lainnya relatif sama. Jika anda sudah punya bisnis, tentu Anda ingin bisnis Anda itu sukses mencetak profit.
Setelah profit mulai mengalir, timbul keinginan lain, bagaimana jika bisnis bisa berjalan tanpa Anda. Dan setelah itu tercapai lagi, kesuksesan Anda lainnya adalah bagaimana bisa berkembang dari waktu ke waktu. Saya yakin, semua pemilik bisnis punya impian seperti itu.
Jika kesuksesan adalah memiliki bisnis sendiri yang selalu menghasilkan profit berlimpah, bisa berjalan secara otomatis dan terus berkembang melalui replikasi sistem yang bagus, maka tak salah jika ActionCOACH memiliki definisi sukses tentang bisnis yang sama dengan pemilik bisnis mana pun, bahkan di dunia ini.
Jika kita perhatikan, betapa banyak pemilik bisnis yang merasa terjebak bahkan terkunci dalam bisnis. Mereka pada awalnya merasa sukses membangun bisnis, lalu setelah bisnis berdiri, muncul masalah baru, bagaimana membangun bisnis yang memiliki sistem bagus, tim yang solid serta produk atau servis yang selalu dibutuhkan banyak orang. Di titik ini, kesuksesan bagi pemilik bisnis amat sulit diraih.
Mengapa banyak pemilik bisnis yang merasa sangat sulit lepas dari tarikan gravitasi di bisnisnya ? Ibarat pesawat ulang alik yang berusaha ingin lepas dari gravitasi bumi, tahap awal adalah persoalan hidup dan mati. Dan pada titik tertentu, pesawat bisa melewati ambang perbatasan antara medan gravitasi dengan luar angkasa. Dan di atas medan energi itu posisi pesawat sudah melayang.
Bisnis identik dengan ilustrasi kapal ulang alik. Berapa banyak bisnis yang terbakar sebelum mencapai perbatasan antara luar angkasa dengan dalam angkasa. Dan faktor utamanya adalah daya dorong roket yang kurang cukup besar.
Bisnis bukan saja dituntut perlu stamina tangguh, juga tak cukup memiliki jumlah armada besar, tapi yang terpenting dalam bisnis adalah strategi dan action plan yang akurat, tentang bagaimana cara menaklukkan medan gravitasi tersebut dan tetap bertahan hingga di atas garis luar angkasa.
ActionCOACH melihat, bisnis itu sederhana tapi tidak mudah. Sederhana karena Brad Sugars sudah memiliki pola jelas tentang bagaimana membangun bisnis. Ia juga sudah sangat fasih bagaimana men-setting sistem bisnis, men-set up team ( karyawan ) dan segala infrastruktur yang diperlukan untuk menciptakan bisnis yang auto pilot. Tapi Brad Sugars mengatakan, ini tidak mudah.
Diperlukan banyak sekali pemikiran, pengetahuan dan juga praktik yang terus menerus untuk bisa sampai menembus luar angkasa, menaklukkan daya gravitasi.
Formula Sukses Membangun Bisnis
Brad Sugars, kembali merangkum konsep bisnis sukses, bahwa bisnis adalah sederhana tapi tak mudah. Konsep kesuksesan ActionCOACH adalah BE X DO = HAVE.
Pada beberapa edisi lalu, kami sudah membahas konsep ini, namun untuk lebih menyempurnakan persepsi dari para pembaca, kembali kami kupas kembali. Sebetulnya seperti apa konsep BE X DO = HAVE ini ?
Bahasa sederhananya konsep ini lebih ke arah pemikiran, perbuatan dan hasil. Jika Anda ingin sukses, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah berpikirlah sebagaimana orang sukses. Dan dengan pola pikir seperti itu, Anda akan lebih mudah berperilaku seperti orang sukses yang pada akhirnya Anda akan mengambil suatu keputusan seperti orang sukses, dan itu akan membawakan hasil sukses.
BE X DO = HAVE, perhatikan pola energi yang terjadi. Jika kita ingin sukses, maka keinginan ada di level HAVE. Sebagian besar orang, mulai melakukan hal-hal yang bersifat DO, artinya, setelah impian itu datang, mereka langsung secara emosional meraih impian itu. Namun pada akhirnya, mereka kembali ke habitat lama, yaitu menjadi orang yang tidak sukses.
Kebiasaan lamanya akan kembali diulang dan akan menguasai seluruh kekuatan diri kita. Tak heran, berapa banyak pemilik bisnis yang setelah memiliki visi dan misi, akhirnya akan cepat melupakan mereka punya cita-cita.
Pola yang dianjurkan ActionCOACH adalah dimulai dari BE atau pola pikir dulu, bukan tindakan dulu, lalu dari pola pikir, kita mulai menjiwai apa yang kita impikan itu, dan dengan mindset yang kuat itu akhirnya akan melahirkan berbagai keputusan-keputusan tepat yang akan membawa Anda ke level keberhasilan yang lebih permanen.
Jika Anda ingin memiliki Buku Instant Cashflow Indonesia, dan sudah memiliki bisnis sendiri, silakan hubungi Portal antaranews.com untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin tahu tentang ActionCOACH, silakan hubungi : 021-290 366 30 untuk informasi lebih lanjut.
Buku ini akan menjelaskan kepada Anda bagaimana seharusnya berpikir entrepreneur dan menerapkan berbagai strategi yang sudah teruji di banyak negara. Jika pemikiran sukses Anda sudah Anda stel, pasti ada tindkkan yang real untuk berlangganan dan bertindak ke arah yang Anda inginkan. Selamat menerapkan formula sukses Brad Sugars ini. Salam fantastik !
Anda Bekerja Keras Karena Bisnis Anda Tidak Bekerja
Bisnis sama seperti mobil. Pertanyaannya bukan siapa yang mengendarai mobil tapi sebaik apa kualitas mobil tersebut. Begitu banyak pertanyaan yang datang ke ActionCOACH tentang bisnis RUNS WITHOUT YOU, dan mereka berkeyakinan kuat bahwa konsep itu salah besar.
Sebagaimana layaknya mobil, bisnis juga memerlukan seperangkat ilmu dan juga ketrampilan yang BENAR. Bisa kita bayangkan jika kita merakit mesin mobil dengan ilmu kita sendiri, tanpa bertanya pada ahlinya, apa yang terjadi dengan mobil itu ?
Mungkinkah mobil yang kita rakit sendiri itu bisa berjalan?
Menempuh jarak 1 meter saja sudah bagus, umumnya mobil yang dikerjakan oleh bukan ahlinya, tak berhasil berjalan. Apalagi bermimpi dengan mobil itu kita bisa sampai tujuan. Bagai pungguk merindukan bulan.
Bisnis sama seperti mobil. Jika ActionCOACH memiliki keahlian merakit bisnis yang bisa berjalan tanpa keterlibatan pemilik bisnis di dalamnya, ini adalah persoalan WHAT bukan WHO. ActionCOACH bisa diibaratkan ahli merakit mesin mobil. Ketika mesin mobil bisnis Anda sudah layak JALAN, kini pertanyaannya bukan APA tapi SIAPA yang mengendarai mobil bisnis Anda ?
Skenario ini bisa kita balik. Anda sebagai pemilik bisnis sangat frustasi dengan kondisi bisnis Anda, dan Anda langsung makin kesal jika melihat ada beberapa pengusaha yang bisnisnya bisa berjalan tanpa keterlibatan mereka. Padahal, inti permasalahannya adalah sistem bisnis seperti apa yang ada dalam bisnis Anda dan bukan siapa yang mengendalikan bisnis itu.
Tujuan semua pengusaha di dunia ini adalah sama, yaitu memiliki bisnis yang bisa berkembang, menguntungkan dan bisa ditinggal dalam waktu lama. Dan konsep itulah yang ActionCOACH proklamirkan kepada semua pengusaha di seluruh dunia.
Kini Anda tahu permasalahan utama dalam bisnis, yaitu bagaimana cara merakit sistem bisnis yang BENAR, dan ketika sistem itu sudah tercipta, maka pilihan ada di tangan Anda, apakah Anda sendiri yang akan membawa bisnis ini atau sewa seorang general manager. Dan bisnis tetap bisa berjalan hingga sampai tujuan.
Anda Bekerja Keras Karena Bisnis Anda Tidak Bekerja
Seorang klien kami bertanya pada seorang coach, “Saya sudah berbisnis selama 10 tahun, tapi mengapa seperti jalan di tempat?”
Apa jawaban seorang coach ? “Anda tidak pernah berbisnis selama 10 tahun, Anda hanya berbisnis 1 tahun yang diulang sebanyak 10 kali“
Pada umumnya, bisnis yang kita jalankan tanpa konsep dan sistem yang benar. Tak heran, selama 10 tahun bisnisnya tak ada kemajuan. Mobilnya mogok atau jalan di tempat selama 10 tahun, dan mereka merasa sudah berpuluh kilometer, padahal masih di tempat yang sama.
Jika kita sebagai pemilik bisnis, sudah bertahun-tahun menekuni bisnis tapi tak ada kemajuan, coba lihat lagi, apakah mesin di bisnis Anda sudah benar Anda rakit ? Jangan-jangan Anda seperti menaiki mobil mogok, mesin tetap hidup tapi tak bisa berjalan.
Anda merasa keras bekerja di bisnis, karena bisnis Anda tidak bekerja. Ini adalah kebenaran yang tak terbantahkan. Berapa banyak pengusaha terjebak dalam bisnis karena tak tahu cara bagaimana membangun bisnis.
ActionCOACH sangat tegas menekankan pentingnya MEMBANGUN BISNIS bukan MENJALANKAN BISNIS.
Jika menjalankan bisnis, Anda seperti orang berjalan-jalan, tak tahu arah dan tujuannya hanya kesenangan. Tak heran setiap hari hanya melakukan AKTIFITAS bukan PRODUKTIVITAS. Beda dengan membangun bisnis.
Membangun bisnis sama seperti membangun RUMAH. Ada rencana yang sangat jelas tentang bangunan rumah ini akan seperti apa (big picture). Membangun rumah juga memiliki action plan yang jelas setelah ada konsep dan tekad kuat. Dan pada akhirnya, membangun rumah memiliki DEADLINE kapan rumah selesai dibangun .
Bisa kita bayangkan, berapa puluh tahun bisnis dijalankan tapi masih belum bisa ditinggal? Mengapa ini terjadi? Jawabnya, karena pemilik bisnis masih punya mindset MENJALANKAN BISNIS bukan MEMBANGUN BISNIS. Tak heran, jika bisnis tak punya deadline kapan selesai dibangun, tak ada pondasi yang kokoh dan tak ada sistem bisnis yang BENAR.
Jadi, jangan salahkan siapa-siapa jika usia bisnis sudah 10 tahun tapi masih jalan di tempat, coba cek lagi sistem bisnis Anda, apakah sudah layak jalan ? Jika pembaca ingin lebih tahu lagi bagaimana ActionCOACH bisa membantu bisnis Anda, segera kirim email ke jakarta@actioncoach.com atau hubungi kami di (021) 290 366 28.
Wali Kota Mataram Luncurkan Program Wirausaha Baru
Wali Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, H. Ahyar Abduh, Rabu, meluncurkan program Wirausaha Baru, sebagai salah satu upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran di wilayah perkotaan.
Peluncuran program wirausaha baru yang digelar di halaman kantor Wali Kota Mataram, dihadiri oleh Kepala Badan Perencaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Rosyadi Sayuti, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) NTB, H. M. Rusdi, Ketua DPRD Kota Mataram, H. M. Zaini dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Hj. Rabiyatul Adawiyah M Zainul Majdi.
Menurut Ahyar, program wirausaha baru merupakan sinergi antara Pemerintah Kota Mataram dengan Pemerintah Provinsi NTB yang mentargetkan penciptaan 100 ribu wirausaha baru hingga 2013.
Ia berharap wirausaha baru yang akan muncul berasal dari kelompok-kelompok masyarakat kecil yang memiliki motivasi untuk menjadi seorang pengusaha sukses.
Ahyar juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram yang mencapai 8,7 persen dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi yang dilakukan ribuan pelaku usaha mikro.
"Laju pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram, tidak hanya paling tinggi di NTB, tetapi juga paling tinggi di Indonesia. Dan saya yakin yang paling berkontribusi adalah ribuan pengusaha kecil," ujarnya.
Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kota Mataram, untuk menyisihkan dana "Corporate Social Responsibility" (CSR) untuk membantu permodalan para pelaku usaha kecil.
Selain itu, Ahyar juga meminta jajarannya untuk melakukan melakukan identifikasi terhadap jenis-jenis usaha ekonomi produktif di setiap kelurahan yang berpotensi untuk dibina.
"Kami juga sudah membentuk sebuah wadah ekonomi yang bernama `Mataram Micro Bussines Centre` (M2BC) yang diharapkan menjadi lembaga yang bisa memfasilitasi dalam hal pembinaan kelompok usaha kecil dan pemasaran produk," ujarnya.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Martawang, menyebutkan, jumlah wirausaha baru yang akan dibentuk di Kota Mataram hingga 2013 mendatang sebanyak 10.000 wirausaha baru.
Untuk tahun 2011, kata dia, jumlah wirausaha baru yang akan dicetak sebanyak 500 orang yang tersebar di 50 kelurahan yang ada di Kota Mataram.
"Kami sudah menyediakan dana untuk program wirausaha baru pada 2011 sebesar Rp500 juta. Masing-masing kelurahan akan memperoleh dana sebesar Rp10 juta," ujarnya.
BUDI DAYA YANG SANGAT MENGUNTUNGKAN SAAT INI
INDONESIA PLASA
UGM Rintis Kolam Budi Daya Ganggang Ulva
Kami sudah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ganggang ulva, tetapi masih menyisakan sedikit masalah. Salah satunya adalah masyarakat yang belum tahu cara memanen ganggang itu melakukannnya dengan cara mencungkil.
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merintis kolam percontohan budi daya rumput laut jenis ganggang ulva di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kegiatan itu ditujukan untuk melakukan konservasi biodiversitas ganggang ulva yang selama ini oleh masyarakat sekitar telah diolah menjadi kripik, yang diberi nama `keripik ulva`," kata Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Retno Peni Sancayaningsih, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, Fakultas Biologi UGM dulu memulainya dengan mengajak masyarakat membuat keripik ulva, tetapi konservasinya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Padahal, Fakultas Biologi UGM juga bertanggung jawab untuk menjaga konservasi tersebut.
"Kami sudah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ganggang ulva, tetapi masih menyisakan sedikit masalah. Salah satunya adalah masyarakat yang belum tahu cara memanen ganggang itu melakukannnya dengan cara mencungkil," katanya.
Akibatnya, ganggang yang sudah dicabut tidak mudah tumbuh lagi di pinggir karang pantai. Padahal, ganggang itu tumbuh pada awal musim hujan dan baru bisa dipanen pada akhir musim hujan.
Ia mengatakaan, dengan adanya kolam budi daya ganggang ulva itu diharapkan bisa menjaga konservasi tanaman biodiversitas yang ada di pantai Gunung Kidul. Potensi alam itu jika dikelola secara bijaksana akan memberikan manfaat kepada komunitas pesisir.
Dalam pengembangan kolam budi daya ganggang ulva tersebut Fakultas Biologi bekerja sama dengan Program Magister Manajemen (MM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM.
"Ke depan, untuk kegiatan konservasi biodiversitas daerah di pesisir akan menggandeng kerja sama dengan Universitas Charles Darwin, Australia, dan Universitas Kyong San, Korea Selatan dalam pengembangan biologi kelautan," katanya.
Wakil Direktur Bidang Akademik dan Penelitian MM UGM Wakhid Slamet Ciptono mengatakan, perintisan kolam percontohan budi daya ganggang ulva merupakan aplikasi konsep pembelajaran pengarusutamaan etika dalam setiap kegiatan pendidikan dan pengajaran kepada mahasiswa.
"Konsep pembelajaran yang mengedepankan nilai moralitas etika akademik, etika sosial, dan etika lingkungan itu diajarkan pada setiap pemberian mata kuliah. Jadi, kami tdak hanya fokus pada bidang ekonomi, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan sosial budaya," katanya.
KKP Pacu Budidaya Ikan di NTB
Agar dapat meningkatkan produksi dan pendapatan serta menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pembudidaya ikan pedesaan, kemarin (16/11) di Pantai Grupuk, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo memberikan bantuan langsung Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) kepada masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan se Provinsi Nusa Tenggara Barat. Cicip menyatakan, sebanyak 58 paket bantuan sebesar Rp. 5,8 miliar telah dicairkan pemerintah untuk diberikan kepada 58 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di 8 Kabupaten Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, serta Kabupaten Bima dan Kota Bima. "Bantuan telah diberikan secara langsung melalui transfer ke rekening Pokdakan yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan, masing-masing kelompok mendapat 1 paket bantuan yang nilainya Rp 100 juta", ungkap Cicip.
Menurut Cicip, pencairan bantuan langsung kepada pembudidaya ikan menunjukan bahwa pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap terus berupaya dan berkomitmen untuk terus menanggulangi kemiskinan. "Sebagaimana telah kita ketahui, saat ini masih ada sekitar 30 juta rakyat miskin di Indonesia, dan 30 persen di antaranya merupakan masyarakat kelautan dan perikanan seperti nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan sehingga dengan bantuan langsung maka masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dapat hidup sejahtera dan pertumbuhan wirausaha di bidang perikanan budidaya di pedesaan juga dapat terdorong," ujar Cicip.
Kepada Pokdakan penerima dana bantuan PUMP, Cicip berharap agar segera memanfaatkannya sebagai modal kerja usaha budidaya ikan, sehingga dapat lebih berkembang dan produktif sesuai dengan rencana usaha kelompok seperti pengadaan atau pembelian sarana usaha, peralatan, benih ikan, pakan, obat-obatan, serta sarana lainnya untuk kegiatan usaha budidaya ikan. Cicip menyatakan, bantuan ini sedapat mungkin dikelola secara bersama oleh kelompok sehingga dapat berkembang sebagai modal usaha bagi anggotanya dan ke depan jumlahnya akan semakin berkembang sehingga dapat menjadi usaha korporasi yang besar di pedesaan. "Pada akhirnya nanti usaha tersebut dapat menciptakan industrialisasi pengolahan dan pemasaran perikanan yang bermuara pada upaya peningkatkan produksi perikanan tangkap dan budidaya," tutup Cicip.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Budidaya mujair makin menjanjikan
Budidaya ikan mujair makin menjanjikan bagi petani di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, karena harga dan permintaannya akhir-akhir ini semakin membaik.
Kasi Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara Razali menyebutkan hampir semua petani di wilayah pesisir Aceh Utara mulai membudidayakan ikan mujair.
Ia mengungkapkan mengeliatnya usaha budidaya ikan Mujair tersebut, sudah berlangsung sejak 2009 dan mencapai puncaknya pada 2010 hingga sekarang.
Beberapa kecamatan seperti Jambo Aye, Seunuddon dan Tanah Pasir, saat ini menjadi kawasan yang banyak budidaya ikan mujair, ungkap Razali. Harganya juga makin melambung di pasaran.
"Padahal, sekitar dua tahun lalu harganya hanya sekitar Rp8.000/Kg, namun saat ini mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000/kg, untuk ukuran ikan 7 ekor/kgnya. Malah ada yang sudah dipasarkan antarpropinsi," terangnya lagi.
Bergairahnya petani tambak membudidayakan ikan jenis ini selain harganya yang makin melambung, juga dipengaruhi oleh mudahnya pemeliharaan, karena sifat ikan mujair sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan dan juga hidup di air payau yang sifatnya keruh.
Sementara bibitnya juga sangat mudah didapat dengan harga yang sangat terjangkau dan tidak memerlukan perawatan khusus yang mengharuskan petani menjaganya selalu.
Mengenai pakan juga tidak terlalu khusus, apabila tidak diberikan jenis pelet, bisa diberikan pakan alami yang berupa nasi sisa, ampas kelapa dan lain sebagainya.
Ia menyebutkan, ikan mujair juga akan menjadi salah satu ikan budidaya unggulan di Aceh Utara, selain ikan bandeng, kerapu atau udang windu.
Budidaya Lele Dapat Menjadi Pekerjaan Tetap Pengungsi Merapi
*
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan budidaya ikan lele di lereng Gunung Merapi khususnya di "shelter" atau hunian sementara dapat menjadi pekerjaan tetap warga yang sebelumnya merupakan petani atau peternak sapi.
"Budidaya ikan lele ini cukup bagus dikembangkan di lereng Merapi, ini bukan hanya menjadi sandaran hidup sementara, namun dapat menjadi peluang pekerjaan tetap para korban bencana Merapi," kata Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Disperindagkop DIY Astungkoro pada peresmian Kelompok Usaha Bersama (Kube) Budidaya Lele di Dusun Mudal, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Kamis (9/6).
Menurut dia, kebutuhan ikan lele di DIY saat ini cukup tinggi dan selama ini masih dipenuhi dari luar daerah.
"Jika budidaya lele ini ditekuni dengan benar maka kebutuhan ikan lele di DIY dapat dipenuhi dari lereng Merapi ini, sehingga ini juga akan dapat menjadi pekertjaan tetap warga lereng Merapi," katanya.
Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerjasama dengan Bank Ekonomi memberikan pendampingan bagi masyarakat di Dusun Mudal, Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Pendampingan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembentukan Koperasi Usaha Bersama (Kube) pengelolaan budidaya ikan lele.
"Sedikitnya ada 40 kepala keluarga (KK) di lereng Merapi yang mendapat pendampingan," kata Humas PKPU DIY Solihin.
Dipilihnya budidaya ikan lele, karena memiliki prospek yang bagus serta sangat mudah dari segi pengelolaan.
"Konsumsi ikan lele di DIY sangat tinggi. Selama ini, produksi di DIY masih belum mencukupi, sehingga memiliki prospek yang sangat bagus," kata Solihin lagi.
Warga korban Merapi yang menjadi anggota Kube ini sudah dilatih budidaya ikan lele sehingga selama pengelolaan ke depan warga sudah memiliki pengetahuan.
"Pelatihan dan pendampingan juga akan kami lakukan hingga setahun ke depan, baik itu mengenai pengelolaan maupun teknik penjualannya," kata dia.
Kolam ikan lele tersebut masing-masing berukuran 4,5 meter x 1,5 meter yang dibuat dengan menggunakan sumberdaya lokal yakni bambu dan kayu.
BPPT gelar anugerah "Apresiasi Inovasi Indonesia"
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Apresiasi Inovasi Indonesia 2011 sebagai upaya. untuk mendorong budaya inovasi di berbagai daerah di Indonesia.
"Apresiasi Inovasi Indonesia tahun 2011 ini merupakan salah satu apresiasi kepada pihak-pihak yang memiliki banyak jasa dan peran dalam rangka memperkuat Sistem Inovasi Nasional (SIN) pada tingkat daerah dengan menghasilkan produk-produk yang berinovasi," kata Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Tatang A. Taufik di Jakarta, Rabu.
Apresiasi ini dibagi dalam beberapa kategori yakni Innovating Regions Awards, Innovation Leadership Awards, Technopreneurship Awards, dan Greennovation Awards.
Innovating Regions Awards atau Apresiasi Daerah Berinovasi diberikan kepada kabupaten/kota yang berkomitmen dan berprestasi dalam mendorong kreativitas keinovasian.
Ada 15 finalis yang masuk dalam nominasi dari 25 daerah yang mendaftar pada Apresiasi Daerah Berinovasi dan Apresiasi Kepemimpinan Daerah.
Sedangkan kategori Technopreneurship Awards terdapat lima sub kategori yaitu UKM Inovatif Award, UKM Pemula Award, PI UMKM Inovatif Award, Inovasi Pemuda Award dan Technopreneur Awards.
Sedangkan nominasi Greennovation Awards antara lain kompor bahan bakar organik, evergreen, kolam terpal, inovasi plastik ramah lingkungan, hingga budidaya cacing.
Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar mengatakan, penyelenggaraan Apresiasi Inovasi Indonesia tahun 2011 ini dimaksudkan untuk memotivasi dan meningkatkan semangat para inovator kreatif di daerah dan tokoh pelopor.
UGM Rintis Kolam Budi Daya Ganggang Ulva
Kami sudah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ganggang ulva, tetapi masih menyisakan sedikit masalah. Salah satunya adalah masyarakat yang belum tahu cara memanen ganggang itu melakukannnya dengan cara mencungkil.
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta merintis kolam percontohan budi daya rumput laut jenis ganggang ulva di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kegiatan itu ditujukan untuk melakukan konservasi biodiversitas ganggang ulva yang selama ini oleh masyarakat sekitar telah diolah menjadi kripik, yang diberi nama `keripik ulva`," kata Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Retno Peni Sancayaningsih, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, Fakultas Biologi UGM dulu memulainya dengan mengajak masyarakat membuat keripik ulva, tetapi konservasinya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Padahal, Fakultas Biologi UGM juga bertanggung jawab untuk menjaga konservasi tersebut.
"Kami sudah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan ganggang ulva, tetapi masih menyisakan sedikit masalah. Salah satunya adalah masyarakat yang belum tahu cara memanen ganggang itu melakukannnya dengan cara mencungkil," katanya.
Akibatnya, ganggang yang sudah dicabut tidak mudah tumbuh lagi di pinggir karang pantai. Padahal, ganggang itu tumbuh pada awal musim hujan dan baru bisa dipanen pada akhir musim hujan.
Ia mengatakaan, dengan adanya kolam budi daya ganggang ulva itu diharapkan bisa menjaga konservasi tanaman biodiversitas yang ada di pantai Gunung Kidul. Potensi alam itu jika dikelola secara bijaksana akan memberikan manfaat kepada komunitas pesisir.
Dalam pengembangan kolam budi daya ganggang ulva tersebut Fakultas Biologi bekerja sama dengan Program Magister Manajemen (MM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM.
"Ke depan, untuk kegiatan konservasi biodiversitas daerah di pesisir akan menggandeng kerja sama dengan Universitas Charles Darwin, Australia, dan Universitas Kyong San, Korea Selatan dalam pengembangan biologi kelautan," katanya.
Wakil Direktur Bidang Akademik dan Penelitian MM UGM Wakhid Slamet Ciptono mengatakan, perintisan kolam percontohan budi daya ganggang ulva merupakan aplikasi konsep pembelajaran pengarusutamaan etika dalam setiap kegiatan pendidikan dan pengajaran kepada mahasiswa.
"Konsep pembelajaran yang mengedepankan nilai moralitas etika akademik, etika sosial, dan etika lingkungan itu diajarkan pada setiap pemberian mata kuliah. Jadi, kami tdak hanya fokus pada bidang ekonomi, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan sosial budaya," katanya.
KKP Pacu Budidaya Ikan di NTB
Agar dapat meningkatkan produksi dan pendapatan serta menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pembudidaya ikan pedesaan, kemarin (16/11) di Pantai Grupuk, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo memberikan bantuan langsung Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) kepada masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan se Provinsi Nusa Tenggara Barat. Cicip menyatakan, sebanyak 58 paket bantuan sebesar Rp. 5,8 miliar telah dicairkan pemerintah untuk diberikan kepada 58 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di 8 Kabupaten Kota Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, serta Kabupaten Bima dan Kota Bima. "Bantuan telah diberikan secara langsung melalui transfer ke rekening Pokdakan yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan, masing-masing kelompok mendapat 1 paket bantuan yang nilainya Rp 100 juta", ungkap Cicip.
Menurut Cicip, pencairan bantuan langsung kepada pembudidaya ikan menunjukan bahwa pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap terus berupaya dan berkomitmen untuk terus menanggulangi kemiskinan. "Sebagaimana telah kita ketahui, saat ini masih ada sekitar 30 juta rakyat miskin di Indonesia, dan 30 persen di antaranya merupakan masyarakat kelautan dan perikanan seperti nelayan, pembudidaya, dan pengolah ikan sehingga dengan bantuan langsung maka masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dapat hidup sejahtera dan pertumbuhan wirausaha di bidang perikanan budidaya di pedesaan juga dapat terdorong," ujar Cicip.
Kepada Pokdakan penerima dana bantuan PUMP, Cicip berharap agar segera memanfaatkannya sebagai modal kerja usaha budidaya ikan, sehingga dapat lebih berkembang dan produktif sesuai dengan rencana usaha kelompok seperti pengadaan atau pembelian sarana usaha, peralatan, benih ikan, pakan, obat-obatan, serta sarana lainnya untuk kegiatan usaha budidaya ikan. Cicip menyatakan, bantuan ini sedapat mungkin dikelola secara bersama oleh kelompok sehingga dapat berkembang sebagai modal usaha bagi anggotanya dan ke depan jumlahnya akan semakin berkembang sehingga dapat menjadi usaha korporasi yang besar di pedesaan. "Pada akhirnya nanti usaha tersebut dapat menciptakan industrialisasi pengolahan dan pemasaran perikanan yang bermuara pada upaya peningkatkan produksi perikanan tangkap dan budidaya," tutup Cicip.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi Dr. Yulistyo Mudho, M.Sc, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Budidaya mujair makin menjanjikan
Budidaya ikan mujair makin menjanjikan bagi petani di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, karena harga dan permintaannya akhir-akhir ini semakin membaik.
Kasi Sarana dan Prasarana Perikanan Budidaya pada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara Razali menyebutkan hampir semua petani di wilayah pesisir Aceh Utara mulai membudidayakan ikan mujair.
Ia mengungkapkan mengeliatnya usaha budidaya ikan Mujair tersebut, sudah berlangsung sejak 2009 dan mencapai puncaknya pada 2010 hingga sekarang.
Beberapa kecamatan seperti Jambo Aye, Seunuddon dan Tanah Pasir, saat ini menjadi kawasan yang banyak budidaya ikan mujair, ungkap Razali. Harganya juga makin melambung di pasaran.
"Padahal, sekitar dua tahun lalu harganya hanya sekitar Rp8.000/Kg, namun saat ini mencapai Rp18.000 hingga Rp20.000/kg, untuk ukuran ikan 7 ekor/kgnya. Malah ada yang sudah dipasarkan antarpropinsi," terangnya lagi.
Bergairahnya petani tambak membudidayakan ikan jenis ini selain harganya yang makin melambung, juga dipengaruhi oleh mudahnya pemeliharaan, karena sifat ikan mujair sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan dan juga hidup di air payau yang sifatnya keruh.
Sementara bibitnya juga sangat mudah didapat dengan harga yang sangat terjangkau dan tidak memerlukan perawatan khusus yang mengharuskan petani menjaganya selalu.
Mengenai pakan juga tidak terlalu khusus, apabila tidak diberikan jenis pelet, bisa diberikan pakan alami yang berupa nasi sisa, ampas kelapa dan lain sebagainya.
Ia menyebutkan, ikan mujair juga akan menjadi salah satu ikan budidaya unggulan di Aceh Utara, selain ikan bandeng, kerapu atau udang windu.
Budidaya Lele Dapat Menjadi Pekerjaan Tetap Pengungsi Merapi
*
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan budidaya ikan lele di lereng Gunung Merapi khususnya di "shelter" atau hunian sementara dapat menjadi pekerjaan tetap warga yang sebelumnya merupakan petani atau peternak sapi.
"Budidaya ikan lele ini cukup bagus dikembangkan di lereng Merapi, ini bukan hanya menjadi sandaran hidup sementara, namun dapat menjadi peluang pekerjaan tetap para korban bencana Merapi," kata Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Disperindagkop DIY Astungkoro pada peresmian Kelompok Usaha Bersama (Kube) Budidaya Lele di Dusun Mudal, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Kamis (9/6).
Menurut dia, kebutuhan ikan lele di DIY saat ini cukup tinggi dan selama ini masih dipenuhi dari luar daerah.
"Jika budidaya lele ini ditekuni dengan benar maka kebutuhan ikan lele di DIY dapat dipenuhi dari lereng Merapi ini, sehingga ini juga akan dapat menjadi pekertjaan tetap warga lereng Merapi," katanya.
Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) bekerjasama dengan Bank Ekonomi memberikan pendampingan bagi masyarakat di Dusun Mudal, Argomulyo, Cangkringan, Sleman. Pendampingan tersebut diwujudkan dalam bentuk pembentukan Koperasi Usaha Bersama (Kube) pengelolaan budidaya ikan lele.
"Sedikitnya ada 40 kepala keluarga (KK) di lereng Merapi yang mendapat pendampingan," kata Humas PKPU DIY Solihin.
Dipilihnya budidaya ikan lele, karena memiliki prospek yang bagus serta sangat mudah dari segi pengelolaan.
"Konsumsi ikan lele di DIY sangat tinggi. Selama ini, produksi di DIY masih belum mencukupi, sehingga memiliki prospek yang sangat bagus," kata Solihin lagi.
Warga korban Merapi yang menjadi anggota Kube ini sudah dilatih budidaya ikan lele sehingga selama pengelolaan ke depan warga sudah memiliki pengetahuan.
"Pelatihan dan pendampingan juga akan kami lakukan hingga setahun ke depan, baik itu mengenai pengelolaan maupun teknik penjualannya," kata dia.
Kolam ikan lele tersebut masing-masing berukuran 4,5 meter x 1,5 meter yang dibuat dengan menggunakan sumberdaya lokal yakni bambu dan kayu.
BPPT gelar anugerah "Apresiasi Inovasi Indonesia"
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Apresiasi Inovasi Indonesia 2011 sebagai upaya. untuk mendorong budaya inovasi di berbagai daerah di Indonesia.
"Apresiasi Inovasi Indonesia tahun 2011 ini merupakan salah satu apresiasi kepada pihak-pihak yang memiliki banyak jasa dan peran dalam rangka memperkuat Sistem Inovasi Nasional (SIN) pada tingkat daerah dengan menghasilkan produk-produk yang berinovasi," kata Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Tatang A. Taufik di Jakarta, Rabu.
Apresiasi ini dibagi dalam beberapa kategori yakni Innovating Regions Awards, Innovation Leadership Awards, Technopreneurship Awards, dan Greennovation Awards.
Innovating Regions Awards atau Apresiasi Daerah Berinovasi diberikan kepada kabupaten/kota yang berkomitmen dan berprestasi dalam mendorong kreativitas keinovasian.
Ada 15 finalis yang masuk dalam nominasi dari 25 daerah yang mendaftar pada Apresiasi Daerah Berinovasi dan Apresiasi Kepemimpinan Daerah.
Sedangkan kategori Technopreneurship Awards terdapat lima sub kategori yaitu UKM Inovatif Award, UKM Pemula Award, PI UMKM Inovatif Award, Inovasi Pemuda Award dan Technopreneur Awards.
Sedangkan nominasi Greennovation Awards antara lain kompor bahan bakar organik, evergreen, kolam terpal, inovasi plastik ramah lingkungan, hingga budidaya cacing.
Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar mengatakan, penyelenggaraan Apresiasi Inovasi Indonesia tahun 2011 ini dimaksudkan untuk memotivasi dan meningkatkan semangat para inovator kreatif di daerah dan tokoh pelopor.
Langganan:
Postingan (Atom)


















