6 September 2010

KILAS EKONOMI IHSG

Perdagangan di bursa Hong Kong, Senin (6/9) pagi, terpantau indeks-indeks utamanaya bergerak naik. Di awal pekan ini, bursa-bursa Asia disirami sentimen positif setelah bursa Wall Street ditutup naik tajak di akhir pekan lalu. Kondisi ini didorong menguatnya data NFP.

Indeks berjangka hang seng untuk kontrak September naik 153 poin dan dibuka di posisi 21,119 poin. Indeks berjangka ini telah bergerak di kisaran 21.088-21.151 poin. Sementara indeks spot hang seng naik 222.16 poin atau 1.06 persen ke posisi 21.193.66 poin. Sejumlah saham yang naik di antaranya CCB 0.05 hkd ke posisi 6.54 hkd, China Mobile 0.95 hkd ke 82.00 hkd, serta Cathay Pacific naik 0.46 hkd ke posisi 19.82 hkd.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan pergerakan indeks berjangka hari ini cenderung naik. Kemungkinan indeks akan mengetes level support-resistance pada kisaran 20.900-21.300 poin.(www.vibiznews.com

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada awal perdagangan saham, Senin (6/9), tercatat naik cukup signifikan. IHSG naik 0,61 persen ke level 3.183,683. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 naik 0,5 persen ke level 600,898.

Tercatat volume perdagangan sebesar 749,686 juta lot saham senilai Rp 782,110 miliar dengan total transaksi 20.342 kali. Di awal perdagangan, tercatat 98 saham naik, 45 saham turun, dan 58 saham tidak berubah.

Saham-saham yang tercatat naik antara lain MLBI 8,33 persen ke Rp 195.000, IMAS 19,71 persen ke Rp 8.500, ASII 1,6 persen ke Rp 50.800, serta AALI 0,99 persen ke Rp 20.350. Sementara saham-saham yang turun di antaranya GGRM 2,08 persen ke Rp 47.000, MYOR 2,88 persen ke Rp 10.100, INTP 1,57 persen ke Rp 18.750, dan HMSP 0,23 persen ke Rp 21.200.

Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting melihat bursa masih bergerak naik dengan memanfaatkan dorongan positif Wall Street. Pergerakan bursa regional yang positif turut menjadi pemacu IHSG. Namun, para pelaku pasar diharapkan waspada karena libur panjang Idulfitri diperkirakan memicu koreksi.

Pemerintah pusat memberikan bantuan tambahan sebesar Rp 3 miliar untuk menangani bencana alam letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada kunjungan ke Sumatera Utara guna meninjau lokasi pengungsian letusan Gunung Sinabung, Senin (6/9).

Usai mendengarkan paparan Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin dan Bupati Karo Daulta Daniel Dede Sinulingga di Pangkalan TNI AU Medan, Presiden mengatakan tambahan bantuan tersebut untuk mengelola tahap tanggap darurat bencana. "Ke depan pemerintah akan menambah bantuan dana tunai untuk digunakan benar-benar nanti. Akan saya serahkann Rp 3 miliar nanti," ujarnya.

Dana tersebut, jelas Presiden, sebanyak Rp 2 miliar berasal dari Kementerian Sosial dan Rp 1 miliar dari dana yang dikelola oleh Kantor Kepresidenan. Presiden juga menjelaskan tujuan kunjungannya ke lokasi letusan Gunung Sinabung adalah untuk melihat langsung penanganan pengungsi yang hingga Ahad 5 September 2010 berjumlah 23.510 orang.

Selain itu Kepala Negara juga ingin mendengarkan penjelasan langsng dari para ahli vulkanologi tentang aktivitas Gunung Sinabung yang dapat terjadi pada masa depan. Penjelasan itu, menurut dia, penting untuk mengetahui sampai kapan warga harus bertahan di pengungsian serta antisipasi yang dapat dilakukan menghadapi gunung yang baru meletus sejak 400 tahun lalu itu.

Presiden berulangkali meminta kepada Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Karo agar sebaik-baiknya menangani pengungsi. "Berkumpulnya belasan ribu saudara-saudara kita dengan keluarganya di tempat itu pasti membawa persoalan tersendiri. Oleh karena itu saya berharap tidak ada masalah apa pun ketika mereka berada di pengungsian sampai pada saatnya nanti kembali ke tempat masing-masing," ujarnya.

Sementara itu Bupati Karo Daulat Daniel menyatakan permasalahan utama penanganan bencana sebenarnya terletak pada kepanikan warga yang belum punya pengalaman menghadapi letusan gunung berapi. Namun karena bisa terkelola dengan baik, tidak ada satu pun korban jiwa maupun rusak rumah dalam bencana Gunung Sinabung yang tercatat telah meletus lima kali sejak 27 September 2010.

Sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Karo telah menerima bantuan senilai Rp 1,96 miliar untuk menangani tahap tanggap darurat bencana. Status tanggap darurat berakhir pada 9 September 2010 namun dapat diperpanjang lagi bergantung pada aktivitas Gunung Sinabung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDONESIA PLASA