5 Oktober 2010

STOK BERAS RENTAN

INDONESIA PLASA BY:Toni Samrianto.

Pekerja di Gudang Bulog Randu Garut I Semarang, Jawa Tengah, menyusun karung beras, Kamis (29/4). Sisa stok beras tahun lalu yang masih ada di Gudang Bulog Divisi Regional Jawa Tengah sekitar 114.000 ton dan diharapkan habis pada Juli 2010. Total stok beras di gudang saat ini 117.000 ton.

Menteri Pertanian Suswono menilai cadangan beras Perum Bulog yang saat ini hanya mencapai 1,8 juta ton dari target ideal 3 juta ton lebih sebagai sesuatu yang rentan. Dengan stok beras 1,8 juta ton itu, Perum Bulog tidak akan optimal dalam menjalankan fungsi stabilisasi harga beras di masyarakat. Akibatnya, harga beras akan tertekan tinggi. Oleh sebab itu, impor beras dimungkinkan jika hal itu memang diperlukan.
Kalau stok beras Perum Bulog hanya sebesar 1,8 juta ton, tentu itu kecil dan riskan.
-- Suswono

Hal tersebut disampaikan Suswono saat dimintai komentar oleh pers perihal cadangan beras Perum Bulog sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (4/10/2010).

"Kalau stok beras Perum Bulog hanya sebesar 1,8 juta ton, tentu itu kecil dan riskan. Oleh karena itu, untuk memperkuat cadangan beras Perum Bulog bagi ketahanan pangan, impor bisa menjadi pilihan. Hal ini mengingat, jika melakukan impor, maka harganya juga ekuivalen di bawah Rp 5.000 per kilogram," ungkap Suswono.

Menurutnya, saat harga beras mencapai harga pembelian pemerintah (HPP) pada saat panen raya pada Maret-April lalu, Perum Bulog diakuinya tidak melakukan pembelian beras di petani. Alasannya, kualitas beras pada waktu itu tidak bagus sehingga tidak ada pembelian.

"Dengan alasan itu, Perum Bulog kehilangan momentum untuk melakukan pembelian beras sekarang ini," ujar Suswono lagi.

Beliau juga mengatakan, peran komersial Perum Bulog harus terus dioptimalkan. "Saya kira, peran komersial Perum Bulog sekarang ini baru 10 persen. Padahal, fungsi Perum Bulog ada dua, selain melakukan operasi pasar untuk layanan beras bagi rakyat miskin (raskin), juga melakukan pembelian beras seusai dengan harga pembelian pemerintah (HPP)," katanya.

Perum Bulog harusnya bisa membeli beras petani dengan harga berapa pun, asalkan bisa menjualnya kembali untuk pengembalian modal. "Nah, peran ini yang belum dijalankan secara optimal oleh Perum Bulog. Padahal, Perum Bulog juga memiliki instrumen Unit Pengolah Gabah dan Beras (UPGB)," katanya.

Mentan menambahkan, Perum Bulog juga memiliki aset berupa gudang yang kapasitasnya cukup besar sampai 3,8 juta ton sehingga bisa melakukan pembelian beras sebanyak mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDONESIA PLASA