31 Januari 2011

PROGRAM PEMERINTAH BERJALAN TERPISAH


INDONESIA PLASA

KEWIRAUSAHAAN
Program Pemerintah Berjalan Sendiri-sendiri

Jakarta,
Program membangun kewirausahaan saat ini masih berjalan sendiri-sendiri. Belum ada sinergi dan koordinasi antar-kementerian dalam menjalankan program membangun kewirausahaan.

Ketua Tim Koordinasi Pengembangan Wirausaha Indonesia Kementerian Koordinator Perekonomian Handito akhir pekan lalu mengingatkan agar ada sinkronisasi program yang mendorong tumbuhnya kewirausahaan.

”Kita perlu sinkronkan program-program yang mendorong tumbuhnya wirausaha,” ujarnya dalam persiapan pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) di Gedung SMESCo UKM, Jakarta. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan 2-4 Februari.

Menurut Handito, menghadapi tantangan ke depan yang kian berat perlu ada perubahan paradigma. ”Jadi, bukan hanya mendorong kalangan muda menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga didorong semangat meningkatkan kelas dari pelaku usaha mikro ke usaha kecil, dari pelaku usaha kecil ke usaha menengah, dan dari usaha menengah ke usaha besar,” katanya.

Untuk itu dibutuhkan sinergi antar-kementerian dalam menciptakan wirausaha mandiri, kreatif, inovatif, produktif, dan berdaya saing global.

Diharapkan, dalam empat tahun ke depan, GKN mampu menciptakan 500.000 wirausaha baru. ”Pencapaian ini berat sehingga perlu sinergi yang sangat kuat,” ujar Handito.

Menurut Deputi Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Agus Muharam, proporsi wirausaha Indonesia 2009 baru 0,24 persen dari jumlah penduduk, atau sekitar 500.000 orang.

Jumlah wirausaha di Indonesia itu relatif kecil bila dibandingkan dengan Singapura. Jumlah wirausaha di Singapura mencapai 7,2 persen dari jumlah penduduknya. Adapun di Malaysia mencapai 2,1 persen dari jumlah penduduknya, Thailand 4,1 persen, Korea Selatan 4 persen, dan Amerika Serikat 11,5 persen dari jumlah penduduknya.

Menurut sosiolog David McCleiland, untuk membangun ekonomi bangsa menjadi bangsa yang maju, Indonesia membutuhkan minimal 2 persen wirausaha dari populasi penduduknya, atau sekitar 4,8 juta wirausaha.

Untuk mencapai jumlah 4,8 juta wirausaha, menurut Agus, Indonesia membutuhkan waktu hingga tahun 2030.

Hasil sensus penduduk tahun 2008 menyebutkan, penduduk Indonesia 240,56 juta orang, dengan angkatan kerja 111,48 juta orang. Adapun yang bekerja penuh maupun paruh waktu 98,4 juta orang, dan pengangguran 8,4 juta orang atau 8,45 persen dari total angkatan kerja.

Untuk mengatasi masalah lapangan kerja, maka penciptaan wirausaha menjadi semakin penting. ”Dalam GKN, bersama dengan 13 kementerian di bawah Menko Perekonomian akan mencanangkan gerakan kewirusahaan,” kata Agus.

Ia menegaskan, selama ini sudah banyak gerakan kewirausahaan yang dijalankan. ”Tetapi, kita akan menjadikan momentum untuk sama-sama memantapkan kembali pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan di setiap kementerian dan lembaga supaya bisa lebih tepat sasaran,” ujar Agus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDONESIA PLASA