7 Januari 2011

Hatta: Pembentukan Kawasan Pangan Dipercepat

INDONESIA PLASA

Jumat, 7 Januari 2011 15:00 WIB
Jakart Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bahwa pembentukan kawasan pangan dalam skala besar perlu dipercepat sebagai antisipasi pemerintah menjaga kestabilan ketahanan pangan.

"Food estate kita percepat, kemarin ada sedikit persoalan tata ruang provinsi dan kabupaten di Merauke dan beberapa daerah. Dan ini sudah selesai, ini sangat membantu. Kita shortage gula cukup besar, kita perlu buka lahan baru dan kewenangannya di Menteri Pertanian," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, dalam menghadapi permasalahan ketahanan pangan, pemerintah juga perlu untuk berkoordinasi dengan daerah terutama dalam mencegah adanya konversi lahan pertanian.

"Bahwa masalah ketahanan pangan itu harus sampai ke daerah-daerah, all out. Lahan juga harus kita lindungi jangan ada lahan-lahan terkonsensi dan ini PP-nya sudah selesai. Dengan demikian tidak boleh lagi lahan-lahan produksi pertanian dikonversi menjadi lahan-lahan yang lain dan itu terlalu tinggi di tahun-tahun kemarin," ujarnya.

Dalam jangka menengah dan panjang, ia menambahkan, pemerintah perlu membuka lahan-lahan baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produktivitas beras serta komoditas lain.

"Kita harus tetap tumbuh pertanian kita. Dan untuk itu jangka menengah dan panjang adalah membuka lahan-lahan baru, karena dengan lahan baru itulah kita juga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Kita (masih) memiliki lahan yang sangat sedikit, itu memang harus kita pikirkan jangka menengah panjangnya," ujarnya.

Hatta mengatakan, pemerintah juga perlu mengajak investor untuk mengembangkan lahan pertanian karena pertumbuhan sektor pertanian selama ini masih lambat.

"Kita mengajak investor untuk masuk ke situ, tentu kan investor dalam negeri ingin betul-betul menggembangkan lahan pertanian. Karena pertumbuhan selama ini tidak cepat, jadi banyak pengusaha dalam negeri yang bisa kita ajak mengembangkan sektor pertanian," ujarnya.

Sementara ini pemerintah akan terus meningkatkan cadangan pangan dan meneruskan operasi pasar serta memberikan raskin.

"Intinya adalah kita harus menjaga suplai, pasokan kita cukup, baru kita bisa stabilitas. Pasokan intinya harus cukup dan Bulog kemarin laporan punya cadangan 1,5 juta ton karena ada tambahan beras luar negeri," ujarnya.

Menurut Hatta, masalah ketahanan pangan menjadi sangat penting karena kenaikan harga komoditas menjadi penyumbang utama inflasi sepanjang 2010.

"Core inflation relatif aman, tapi kita juga tidak ingin volatile food seperti ini, makanya kita harus all out, semua menteri harus all out," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDONESIA PLASA