18 Januari 2011

HIPMI BANTAH BAHWA PENGUSAHA MANJA

INDONESIA PLASA




Ketua III (Bidang Perdagangan) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara mengungkapkan bahwa pengusaha tidak manja terkait dengan kebijakan pelepasan capping (pembatasan) TDL untuk sektor industri. "Yang namanya pengusaha itu kan bukan (tidak) manja," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/1/2011).

Menurutnya, nature dari usaha perlu diketahui. Bahwa sisi mencari keuntungan menjadi dasar aktivitas pelaku usaha. "Kita kan namanya usaha penginnya untung. Jadi sebetulnya bukan manja, ya memang nature usaha begitu," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa secara garis besar pelepasan capping TDL untuk industri ini tergantung dari mana sisi melihatnya. Kalau ini mau dilihat untuk mendukung target pembangunan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yakni pro-growth, pro job, pro-poor, dan pro environment, maka perlu ada perubahan dalam sistem capping yang mendukung pertumbuhan industri.

"Tinggal sekarang dilihat secara global, kita mau lihat apakah kita membutuhkan investasi masuk atau tumbuhnya usaha di sini. Kalau mau lihat tumbuhnya usaha di sini dengan tumbuhnya industri sini, berarti kan yang ditargetkan oleh Presiden SBY, pro environment, itu kan semua saling keterkaitan. Bagaimana ada opportunity job kalau tidak ada industri atau pelaku usaha, bagaimana bisa menurunkan angka kemiskinan kalau pengangguran tertinggi, ini kan keterkaitan," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDONESIA PLASA