19 November 2010

Kerja Sama dengan Vallar Bakrie Diuntungkan

INDONESIA PLASA BY: TONI.S
Jumat, 19 November 2010 | 07:49 WIB

Aburizal Bakrie

Harga saham perusahaan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bakrie menguat tajam menyusul perjanjian jual beli saham antara PT Bakrie and Brothers Tbk dan Vallar Plc—sebuah perusahaan investasi milik Rothschild, salah satu keluarga bankir terkaya di dunia.

Perjanjian jual beli saham dan rencana kolaborasi dengan Vallar itu dinilai memberikan banyak keuntungan strategis bagi Kelompok Usaha Bakrie.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (18/11/2010), enam dari tujuh saham Grup Bakrie menguat signifikan, sedangkan saham PT Bakrie Telecom Tbk stagnan di level Rp 250.

Penguatan tertinggi terjadi pada saham BNBR yang naik dari Rp 60 menjadi Rp 76. Adapun saham PT Bumi Resources Tbk menguat 8,65 persen menjadi Rp 2.825 dan saham PT Darma Henwa Tbk naik 5,41 persen menjadi Rp 78.

Selasa lalu, BNBR mengumumkan bahwa perseroan dan beberapa perusahaan dalam Kelompok Usaha Bakrie menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Vallar Plc.

Dalam perjanjian itu, BNBR melepas sekitar 5,2 miliar saham BUMI kepada Vallar dengan harga Rp 2.500 per saham sehingga nilai totalnya Rp 13 triliun.

Sebaliknya, BNBR dan beberapa perusahaan dalam Kelompok Usaha Bakrie akan memperoleh sekitar 90,1 juta saham baru di Vallar. Dari jumlah itu, BNBR akan menerima sekitar 50,5 juta saham baru di Vallar seharga 10 GBP atau poundsterling per saham.

Nilai 50,5 juta saham baru Vallar yang diterima BNBR itu setara dengan 505 juta GBP atau sekitar Rp 7,2 triliun, sedangkan nilai 39,6 juta saham baru Vallar lainnya yang akan diserahkan kepada Grup Bakrie tak disebutkan.

Kepala Riset Bhakti Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, dengan adanya tukar guling saham antara BNBR dan Vallar, BUMI memiliki daya tawar yang lebih kuat untuk memasarkan batu bara produksinya.

Menurut Edwin, salah satu problem besar yang dihadapi BUMI adalah besarnya utang karena sampai semester I-2010, rasio utang terhadap ekuitas BUMI mencapai 4,37 kali.

Dengan masuknya Vallar, BUMI akan memiliki posisi tawar lebih tinggi kepada kreditor untuk mengatur pembiayaan perseroan agar mendapatkan bunga yang lebih murah dan waktu yang lebih panjang.

BUMI juga memiliki peluang untuk melakukan ekspansi yang lebih besar. Saat ini, BUMI memiliki posisi kas cukup kecil untuk mendanai ekspansi di mana pada semester I-2010 posisi kas BUMI hanya 66,78 juta dollar AS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDONESIA PLASA