10 Januari 2011

Presiden: Lakukan Langkah Atasi Kenaikan Harga Pangan

INDONESIA PLASA

Senin, 10 Januari 2011 17:11 WIB
Presiden: Lakukan Langkah Atasi Kenaikan Harga Pangan

Jakarta
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran pemerintah segera melakukan langkah-langkah untuk mengatasi kenaikan harga pangan dan energi.

Dalam arahan penutup pada rapat kerja dengan para kepala daerah di Balai Sidang Jakarta (Jakarta Convention Center), Senin, Presiden mengatakan bahwa pemerintah tetap berkewajiban menstabilkan harga pangan dan energi.

"Kewajiban kita stabilisasi harga, utamanya pangan, dan harus kita lanjutkan," ujarnya.

Untuk itu, Kepala Negara meminta, agar tidak ada lagi konflik antara menteri terkait dan kepala daerah dalam pelaksanaan operasi pasar agar harga pangan bisa distabilkan.

Dalam keadaan tertentu, lanjut Presiden, menteri terkait juga bisa mengeluarkan insentif fiskal untuk mencegah meroketnya harga-harga.

Dalam arahannya, Presiden juga mengingatkan agar stok pangan tetap cukup tersedia dan agar produksi nasional, utamanya beras, ditingkatkan mulai tahun 2011.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan, agar disiapkan rencana darurat bagi kaum yang terpukul oleh kenaikan harga-harga pangan apabila kenaikan harga pangan dan energi dunia terus terjadi.

Untuk itu, Presiden meminta, agar kemandirian pangan betul-betul diwujudkan dengan sasaran yang semakin berani mulai 2011.

"Kemarin Menteri Pertanian melaporkan perkiraan cadangan beras pada 2011 lima sekian juta ton, saya katakan belum cukup untuk menduduk sebesar 237 juta dengan golongan menengah yang semakin meningkat, maka kita perlukan dua kali jumlah itu," tuturnya.

Presiden berharap pada 2014 semua komoditi pangan dapat diamankan dan untuk itu diperlukan langkah terpadu secara nasional untuk mengatasi persoalan lahan, produktivitas, hama, benih, dan sebagainya.

"Meskipun dalam sistem perdagangan kita bisa membeli atau menjual, tetapi untuk pangan kita harus menuju kemandirian," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, saat ini mayoritas negara penghasil pangan cenderung menahan produksinya dengan tidak mengekspor ke negara lain.

"Kita harus mandiri. Melihat tanah air kita, tidak ada alasan tidak ada kemandirian pangan," demikian Presiden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INDONESIA PLASA