1 November 2010

PENERBANGAN INDONESIA-TIMOR LESTE DI BUKA

INDONESIA PLASA
Indonesia-Timor Leste

Senin, 1 November 2010 | 16:08 WIB

Menteri Perhubungan Freddy Numberi

Layanan reguler (berjadwal) penerbangan dari Indonesia ke Timor Leste pulang pergi akhirnya dibuka lagi, setelah kedua negara sepakat menandatangani kerjasama penerbangan di gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin.

Kesepakatan Air Transport Agreement (ATA) kedua negara adalah melakukan penerbangan sebanyak 14 frekuensi untuk rute Jakarta-Denpasar-Dili.

Sementara rute lainnya, yaitu Surabaya-Kupang-Dili saat ini masih dalam evaluasi pengembangan. Rute berjadwal Denpasar-Dili tidak dioperasikan lagi setelah terjadinya kerusuhan pada tahun 2000-an.

Namun pada praktiknya, Merpati Nusantara Airlines tetap beroperasi dengan penerbangan tidak berjadwal, yaitu setiap penerbangan harus mendapatkan fligth approval (FA) dari otoritas penerbangan kedua negara.

Merpati setiap pekannya menerbangkan rute tersebut sebanyak tujuh kali, yaitu sehari sekali dengan pesawat carter. Sedang, untuk rute Dili-Singapura dilayani oleh Silk Air.

Perjanjian kerjasama tersebut diteken oleh Menhub Freddy Numberi dengan Menteri Infrastruktur Timor Leste, Pedro Lay Da Silva.

"Sebelumnya draft ini sudah dibahas kedua delegasi di Denpasar pada 18 sampai 19 Mei 2010 lalu," kata Freddy, Senin (1/11/2010).

Freddy menyatakan, pihaknya telah menunjuk dua maskapai untuk melayani rute tersebut yaitu Merpati dan Batavia Airlines.

Bila penerbangan Merpati yang tadinya carter akan menjadi reguler, maka Batavia saat ini sedang mempersiapkan rute baru.

Sedangkan Pedro Lay Da Silva menyatakan kerjasama ini bakal bisa mengangkat perekonomian Timor Leste.

"Kami berharap mampu mengembangkan pariwisata di Timor Leste. Kami juga sedang menyiapkan maskapai penerbangan sendiri," kata Pedro.

Dalam keterangannya, Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, Bambang Supriyadi Ervan menyatakan, maskapai lain pun akan diberi
kesempatan untuk memberi layanan penerbangan ke mantan provinsi ke-27 RI tersebut.

Pada tahap awal, maskapai yang ditunjuk adalah Merpati dan Batavia.

"Penerbangan reguler ini dibuka mulai kesepakatan ditandatangani. Bagi maskapai lain yang mau ikut melayani, akan diberi kesempatan, tetapi harus melalui negosiasi dengan kedua negara, sesuai dengan asas resiprokal," tandas Bambang.

1 komentar:

  1. Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

    Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

    Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

    Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

    Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut

    BalasHapus

INDONESIA PLASA